"Alhamdulillah arahannya luar biasa, baik sekali. Dan ingin kerjasama antara IKADI dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) dalam rangka menyiapkan kurikulum tadi," tuturnya.
Selain itu, sambung Ismail, para dai yang tergabung dalam IKADI dipastikan tidak mengujarkan ceramah yang berkaitan dengan SARA, politik praktis dan tidak membahas soal hal-hal yang bersifat perbedaan pendapat (khilafiyah).
"Sehingga (dai) bisa menyatukan umat dan bangsa," pungkas dia.
Dalam audiensi dengan Wakil Presiden, Ismail ditemani Ketua Dewan Penasehat IKADI yang juga Wakil Ketua MPR Hidayat Nurwahid, dan Sekjen IKADI Ahmad Kusyairi.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.