Saat Kapolda Sumut "Kecele" Ikut Sebarkan Hoax di Grup Anti-Hoax

Erie Prasetyo, Okezone · Selasa 30 Januari 2018 16:53 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 30 340 1852250 saat-kapolda-sumut-kecele-ikut-sebarkan-hoax-di-grup-anti-hoax-8mm17Jaeoo.jpg Kapold Sumut, Irjen Paulus Waterpauw (Foto: Okezone)

MEDAN - Maraknya penyebaran informasi berita bohong atau hoax di Indonesia membuat masyarakat resah. Bahkan saat ini, masyarakat sulit membedakan antara berita benar dengan hoax.

Bukan hanya masyarakat sipil saja yang sulit membedakan antara berita benar dengan hoax. Bahkan, pihak kepolisian yang sejatinya bertugas memberantas hoax, juga masih ada yang sulit menghadapi hoax.

Salah satunya seperti yang dilakukan Kapolda Sumatera Utara (Sumut), Irjen Paulus Waterpauw, entah disengaja atau tidak. Perwira tinggi Polri tersebut ikut menyebarkan berita hoax ke grup aplikasi pesan WhatsApp.

Irjen Paulus menyebarkan berita hoax terkait isu modus operandi yang bisa dilakukan pelaku kriminal dengan cara memanfaatkan anak kecil sebagai umpan agar bisa berbuat jahat kepada masyarakat.

Berikut isi hoax yang dikirim Irjen Paulus melalui akun whatsappnya ke grup whatsapp Turn Back Hoax (TBH) pada Jumat 26 Januari 2018 lalu.

``DARI POLRI..!!

Sampaikan Pesan Ini Kepada Keluarga Dan Kawan_Kawan Anda!! Pesan Ini Ditujukan Kepada Setiap Pria Dan Wanita Yang Bepergian Sendirian Ke Kampus, Tempat Kerja Atau Kemana Saja.

Jika Kalian Menemukan Anak Menangis Di Jalan Dengan Menunjukkan Sebuah Alamat Dan Memintamu Untuk Mengantarnya Ke Alamat Tersebut, Bawalah Anak Itu Ke Kantor POLISI Dan Mohon JANGAN BAWA ANAK ITU KE ALAMAT Tersebut!! Ini Adalah Modus Baru PENJAHAT Untuk MERAMPOK, MEMPERKOSA, MENCULIK.

Mohon Informasikan Ke Semua Kawan_Kawan. Jangan Ragu Untuk Membagikan Pesan Ini Kepada Yang Lainnya. Pesan Ini Bisa Membantu Menyelamatkan Wanita Dan 0rang Yang Penting Dalam Hidup Anda.

INFO : HUMAS MABES POLRI, Karena Sudah Banyak Korban. Jadi Biarkan Polri Yang Mengantarkan Anak Itu Ke Alamat yg diminta anak tersebut.

AYO.. Dicopy Paste Dan Sebarkan Ke Group Manapun Yang Anda Punya, PartisipasiAnda Akan Menyelamatkan n Kehormatan Keluarga, Teman Kita, Maupun 0rang Lain. AYO Peduli Sesama.Tolong share ke group2 yang lain...terima kasih.``

Pesan tersebut dikirim ke grup whatsapp Turn Back Hoax yang beranggotakan 253 akun. Grup tersebut banyak diisi oleh orang yang berlatar belakang sebagai Polisi, PNS, TNI, Jurnalis, Anggota LSM, Masyarakat Umum Sumut hingga Menteri.

Terkait berita hoax tersebut, Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto memastikan bahwa berita tersebut adalah hoax. Dia juga memaparkan beberapa ciri-ciri berita hoax dan tujuan kenapa hoax tersebut disebarkan.

Banyak Berita Hoax, Sandiaga Uno Luncurkan Program 'Stop Sebarin Hoax'

“Tulisan yang ada kata-kata viralkan, sebarkan, sampaikan dan lain-lain itu biasanya hoax. Humas Mabes Polri tidak ada (tidak benar), yang ada adalah Divisi Humas Polri,” jelas Irjen Setyo melalui pesan seluler.

Dia juga mengatakan, semua pihak agar bisa meneliti dengan baik informasi yang diterima. Informasi hoax seperti yang disebarkan di grup whatsapp tersebut bisa membuat masyarakat resah.

“Substansi informasi menakut nakuti masyarakat. Jadi kesimpulannya, untuk sekedar tahu saja boleh tapi jangan timbulkan rasa takut dan jangan ikut menyebarluaskan,” imbau Irjen Setyo.

Untuk memastikan kebenaran akun tersebut adalah milik Irjen Paulus, Okezone telah mengkonfirmasi admin grup tersebut dan juga Kabid Humas Polda Sumut. Mereka menyatakan bahwa akun tersebut benar milik Irjen Paulus.

Terpisah, Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus saat dikonfirmasi melalui akun whatsapp yang menyebarkan hoax tersebut mengatakan, isu tersebut disebarkan sebagai bentuk peringatan ke masyarakat.

“Mungkin maksudnya sebagai warning (peringatan). Karena modus operandi penipuan dan pembegal sudah sangat lihai dalam memperdayai korbannya,” jawab Irjen Paulus.

Namun, saat diinformasikan bahwa berita yang disebarkannya adalah hoax. Irjen Paulus belum memberikan keterangan hingga saat ini.

Sedangkan, dari pantauan di grup Whatsapp yang ada di Sumut, isu tersebut turut disebarkan oleh beberapa akun ke grup whatsapp lainnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini