nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tertipu Agen Travel, Ribuan Jamaah Gagal Umrah & Haji

CDB Yudistira, Jurnalis · Selasa 30 Januari 2018 15:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 30 525 1852205 tertipu-agen-travel-12-juta-jamaah-gagal-umrah-haji-xd40R5LoV7.jpg foto: Illustrasi

BANDUNG - Sebanyak 12 ribu menjadi korban penipuan umrah PT Solusi Balad Lumampah (SBL). Jutaan korban tersebut gagal berangkat untuk umrah dan haji.

Kapolda Jabar, Irjen Agung Budi Maryoto menuturkan kasus ini telah di laporkan dengan nomor LPA/61/I/2018/Jabar tanggal 18 Januari 2018. Polisi pun telah tetapkan dua tersangka yakni H. Aom Juang Wibowo sebagai owner PT SBL dan Ery Ramdani sebagai seorang staf di PT SBL.

"Para korban ini sudah bayar lunas tapi tidak jadi di berangkatkan," terang Agung, Selasa (30/1/2018).

Agung menuturkan, PT SBL ini, menyelenggarakan perjalanan haji plus dan umrah. Namun saat adanya laporan dari berbagai korban, polisi melakukan penyelidikan terhadap perusahaan tersebut.

"Kita lakukan penyelidikan dari perizinan Kemenag, dia hanya memiliki izin umrah, tidak izin haji," tuturnya.

Hasil penyelidikan, ada setidaknya 31 ribu lebih masyarakat yang telah mendaftarkan diri melalui PT SBL tersebut. Para korban diantaranya telah menyetor pembayaran untuk perjalanan umrah dan haji, dengan kisaran 18 sampai dengan 23 juta, dan jumlah total mencapai Rp900 miliar.

Dari total itu, PT SBL ini, tercatat baru memberangkatkan 17.383 ribu, namun sisanya sebanyak 12.854 ribu tidak di berangkatkan sampai dengan waktu yang ditentukan. Akibatnya, jumlah total kerugian mencapai Rp300 miliar, yang baru diketahui dipakai untuk kepentingan pribadi.

"PT SBL menyelenggarakan pemberangkatan umrah dan haji plus menggunakan sistem money game (ponzi) dengan harga murah tidak wajar," terangnya.

Polisi pun melakukan penyitaan yang diantaranya beberapa dokumen, beberapa barang elektronik, sembilan unit mobil dan empat motor serta polisi pun tengah membekukan beberapa beberapa rumah mewah dan sebidang tanah yang terdapat di Bandung.

"Korbannya ini, menjangkau seluruh Indonesia yah, karena ada juga yang di Sulawesi. Makanya itu, kita masih posko pengaduan untuk fasilitasi korban," jelasnya.

Saat ini, polisi pun masih mendalami tindak penipuan dan penggelapan tersebut. Polisi pun terapkan tindak penipuan dan pencucian uang sebagaimana di maksud dalam Pasal 63 Ayat 1 Jo Pasal 64 Ayat 1 UURI Nomor 13 tahun 2008 tentang penyelenggaraan haji dan Pasal 378 Jo Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KHUPidana dan Pasal 2 Ayat 1 huruf r dan z Jo pasal 3 Jo pasal 4 UURI Nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pencucian uang. Para tersangka diancam pidana 20 tahun atau denda Rp10 miliar.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini