nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BMKG Imbau Masyarakat Babel Waspada Banjir Rob saat Gerhana Bulan Total

Arsan Mailanto, Jurnalis · Rabu 31 Januari 2018 14:42 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 31 340 1852657 bmkg-imbau-masyarakat-babel-waspada-banjir-rob-saat-gerhana-bulan-total-L2OWSaUXyV.JPG Warga pesisir di Bangka Belitung (foto: Arsan/Okezone)

PANGKALPINANG - Masyarakat di pesisir Kepulauan Bangka Belitung (Babel), diingatkan untuk waspada dengan pasang surutnya air laut yang berpotensi mengakibatkan banjir rob saat akan terjadinya Gerhana Bulan Total, malam nanti.

Imbauan tersebut disampaikan oleh Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung. BMKG memprediksi kenaikan air laut mencapai 1,4 meter saat Gerhana Bulan nanti malam.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Pangkalpinang, Kurniaji menyatakan BMKG melaporkan bahwa akan terjadi kenaikan pasang naik laut hingga kenaikan hingga 1,4 meter dan di susul dengan potensi surut air laut sekitar 100 hingga 110 cm.

"Hal ini tentunya, akan berdampak pada masyarakat di pesisir yang notabenenya bertempat tinggal mereka berpaparan langsung dengan laut di perairan Bangka Belitung," ujarnya saat dikonfirmasi Okezone di Pangkalpinang, Rabu (31/1/2018).

 

Kurniaji mengungkapkan, walaupun di Bangka Belitung bukan termasuk langganan terjadinya banjir rob, khususnya di masyarakat di wilayah pesisir. Namun masyarakat harus selalu waspada akan adanya banjir rob.

 (Baca juga: BMKG: Gerhana Bulan Tak Ada Kaitannya dengan Gempa Bumi)

Dia juga menyebutkan, bahwa peristiwa gerhana bulan yang akan terjadi nanti malam, merupakan fenomena unik, di mana supermoon dan gerhana bulan total terjadi secara bersamaan.

Supermoon itu, kata Kurniaji adalah semacam fenomena di mana posisi bulan berada paling dekat dengan bumi. Sementara gerhana bulan total terjadi saat fase bulan pada kategori sempurna alias purnama.

"Uniknya fenomena supermoon ini terjadi di Babel bertepatan dengan adanya fenomena Gerhana Bulan Total (GBT). Kombinasi dua fenomena ini akan menyebabkan terjadinya pasang dan surutnya air laut," jelasnya.

 (Baca juga: BMKG: Waspada Gelombang Tinggi di Pesisir Indramayu dan Cirebon saat Gerhana Bulan)

Maka dari itu, para nelayan juga di imbau untuk selalu waspada dengan kondisi air laut saat terjadi Gerhana Bulan Total.

"Kami imbau agar masyarakat tetap selalu berhati-hati dengan kondisi cuaca yang bisa berubah-ubah sewaktu-waktu, dalam menyaksikan fenomena alam seperti Gerhana Bulan Total," pungkas Kurniaji.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini