nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

"Gempungan" Jadi Program Dedi Mulyadi yang Paling Diingat Warga Purwakarta

Mulyana, Okezone · Kamis 01 Februari 2018 11:09 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 01 525 1853081 gempungan-jadi-program-dedi-mulyadi-yang-paling-diingat-warga-purwakarta-DOVUGHjOqI.jpg Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi (Foto: Mulyana/Okezone)

PURWAKARTA - Masa jabatan Dedi Mulyadi sebagai Bupati Purwakarta, Jawa Barat tinggal menghitung hari. Siapa sangka, kondisi ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri, terutama dari kalangan pegawai di lingkungan pemerintahan yang kerap bersinggungan langsung untuk melayani masyarakat.

Salah satu yang menjadi kekhawatiran mereka, yakni akan terganggunya program unggulan yang digagas Kang Dedi (sapaan bupati) selama menjabat orang nomor satu di Purwakarta itu. Misalnya, program berbasis pelayanan masyarakat 'Gempungan di Buruan Urang Lembur'.

Seperti diketahui, di Kabupaten Purwakarta, ada program unggulan‎ sebagai bagian dari upaya memberikan pelayanan ekstra kepada masyarakat. 'Gempungan di Buruan Urang Lembur', begitulah sebutan untuk program yang digagas Dedi Mulyadi sejak awal-awal dirinya menjabat bupati periode pertama, atau 2008 lalu.

Gempungan, ‎merupakan program pelayanan jemput bola dari seluruh dinas terkait kepada masyarakat. Kegiatan dari program ini biasanya dipusatkan di lapangan desa atau kantor desa yang ada secara bergiliran. Dalam kegiatan ini, berbagai macam pelayanan mulai dari Keluarga Berencana (KB), pembuatan dokumen kependudukan, pelayanan kesehatan sampai izin usaha dilakukan dalam satu lokasi.

(Baca Juga: Luar Biasa! Program Gempungan yang Digagas Dedi Mulyadi Sukses Tekan Laju Pertumbuhan Penduduk)

Dengan kata lain, program ini merupakan bentuk pelayanan maksimal dari pemerintah untuk mempermudah masyarakat. Jadi, melalui program ini seluruh leading sector dinas yang membidangi pelayanan masyarakat, mendatangi langsung simpul-simpul massa yang membutuhkan pelayanan.

Selain dinas, organisasi Tim Penggerak PKK setempat pun tidak bisa dikecualikan dalam pelaksanaan program ini. Di bawah koordinasi Anne Ratna Mustika sebagai Ketua, Tim Penggerak PKK kabupaten terkecil kedua di Jawa Barat ini bergerak langsung ke desa-desa bersinergi bersama dinas terkait untuk mendukung pelaksanaan kegiatan rutin mingguan tersebut.

Abas Basyuni (50), mungkin jadi salah satu pegawai yang punya perasaan khawatir seperti itu. Pria yang merupakan ASN di kantor Kecamatan Darangdan ini berharap, meski Dedi Mulyadi tak lagi menjabat, program gempungan bisa terus berjalan.

(Baca Juga: Ternyata Ada Peran Aktif Ambu Anne di Balik Suksesnya Program 'Gempungan' di Purwakarta)

"Saya sih berharap program gempungan terus berjalan karena ini efektif melayani warga. Semoga Bupati Purwakarta yang baru nanti mau melanjutkan," ujar pria paruh baya itu.

Selama ini, kata Abas, program gempungan memberikan akses langsung kepada warga Purwakarta untuk mendapatkan pelayanan. Warga tidak perlu repot mengantre di loket-loket dinas karena petugas dinas datang langsung menemui warga.

"Pekerjaan kami sebagai pegawai juga terbantu. Kami kan punya target dalam bekerja, pemenuhan target itu mudah tercapai karena program gempungan. Kami tidak perlu menunggu warga datang ke kantor karena kami yang mendatangi mereka," katanya.

Sementara itu, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan, gempungan (berkumpul bersama warga) sudah menjadi jalan hidup bagi dirinya. Sebab, melalui kegiatan tersebut banyak keluhan warga yang mendapatkan solusi penyelesaian.

"Gempungan itu jalan hidup saya. Kita tidak hanya bicara tentang kebutuhan publik, tetapi kita juga memberi solusi atas kebutuhan itu. Saya rutin melakukan itu sejak lama," katanya.

Berbagai kasus, lanjut Dedi, sudah ia temukan saat melaksanakan kegiatan tersebut. Kasus tersebut mulai dari keluhan seorang 'paraji' (dukun beranak) hingga bocah bernama Karna yang hari ini sudah menjadi juragan ternak.

"Alhamdulillah, Emak paraji di Cijunti kini bisa menikmati jalan hotmix. Terus, Karna di Cigelam, bocah yang gak sekolah itu kini sudah menjadi juragan domba. Kebahagiaan mereka itu menjadi kebahagiaan lahir batin bagi saya," pungkasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini