Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gadis Berusia 18 Tahun di Jerman Direbus Dalam Kuali oleh Penyihir

Febrianto , Jurnalis-Selasa, 06 Februari 2018 |10:02 WIB
Gadis Berusia 18 Tahun di Jerman Direbus Dalam Kuali oleh Penyihir
Kuali tempat merebus korban (Foto: Daily Mail)
A
A
A

BADEN WURTTEMBERG - Seorang gadis berusia 18 tahun menderita luka serius setelah diduga dimasukkan ke dalam air mendidih oleh penyihir dalam sebuah karnaval di barat daya Jerman.

Remaja itu mengalami luka di kakinya dan betis setelah kejadian di Eppingen, Baden Wurttemberg, akhir pekan lalu.

Polisi mengatakan diduga dua orang berpakain kostum penyihir yang melakukan perbuatan itu.

Seperti yang dilansir dari Daily Mail, teman remaja itu telah 'menyerahkan' kepada dua orang yang berpakaian seperti penyihir, dan membawanya ke gerobak.

Setelah itu, kuali yang ditempatkan di kereta karnaval dan ditarik oleh beberapa orang mengenakan kostum penyihir.

Salah satu 'penyihir' dikatakan telah menahannya di atas kuali sementara yang lain mengangkat tutupnya.

Hal ini dilaporkan dilakukan untuk meniru adegannya yang diceritakan dalam dongeng dan legenda dimana penyihir akan merebus korban mereka hidup-hidup.

Polisi mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa orang-orang yang terlibat dalam karnaval yang menyeret gerobak dengan kuali hanya melanjutkan prosesi tanpa merawat korban.

Dia telah dirawat di rumah sakit dan diperkirakan perlu menjalani perawatan khusus selama lebih dari seminggu.

Organisasi di balik karnaval tersebut, Hexenzunft Eppingen - yang berarti 'Witchcraft Eppingen' - telah menyelenggarakan acara tahunan tersebut dengan ratusan peserta sejak tahun 2003. (feb)

(Amril Amarullah (Okezone))

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement