nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bupati Asmat Cabut Status KLB Campak & Gizi Buruk di Wilayahnya

Edy Siswanto, Jurnalis · Selasa 06 Februari 2018 08:19 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 06 340 1855275 bupati-asmat-cabut-status-klb-campak-gizi-buruk-di-wilayahnya-2bPtID0WpF.jpg (Foto: Antara)

ASMAT – Bupati Asmat Elisa Kambu resmi mencabut status Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak dan gizi buruk di wilayahnya.

Surat pencabutan status tersebut dikeluarkan pada 5 Februari 2018 berdasar atas laporan perkembangan situasi kejadian luar biasa dari pihak dinas kesehatan setempat, tertanggal 4 Februari 2018, dan berdasar pada Permenkes 1501 Tahun 2010 tentang jenis penyakit menular tertentu yang dapat menimbulkan wabah dan upaya penanggulangannya.

Atas rujukan tersebut, dalam surat pencabutan status KLB Bupati Elisa menyebutkan tidak ditemukan kasus baru di Asmat.

“Tidak terjadi penurunan temuan penderita campak oleh tim Satgas (TNI, Polri, Kemenkes, dan PB IDI) dan bahkan hampir diseluruh wilayah tidak ditemukan kasus baru. Apabila ditemukan kasusu baru dan tidak termasuk kriteria KLB maka hal ini adalah kondisi normal yang didapati Puskesmas dan tertangani,” ujar Elia dalam surat tersebut.

(Baca Juga: Tangani Wabah Campak & Gizi Buruk di Asmat, Tim Terpadu Sampai ke Pedalaman Korowai)

Surat tersebut ditutup dengan penegasan bahwa penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB) dinyatakan dicabut dan telah berakhir.

Diketahui, KLB campak dan gizi buruk di wilayah Kabupaten Asmat Papua mencuat setelah sebelumnya sebanyak 67 balita diwilayah itu meninggal dunia akibat Campak dan gizi buruk rentang waktu September 2017 hingga 15 Januari 2018, dan data terakhir pelayanan tim Satgas kesehatan yang diturunkan ke wilayah itu, 5 balita meninggal dunia di awal bulan Februari 2018.

Sejak dijadikan kasus KLB, tim Satgas kesehatan KLB Asmat telah melayani 224 Kampung di Kabupaten Asmat, dengan konsentrasi memberian vaksinasi sebanyak 17.337, dan pasien yang terkena wabah seluruhnya berjumlah 651 warga, dan penderira gizi buruk berjumlah 223, dengan komplikasi keduanya 11 orang.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini