Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Presiden Filipina Rodrigo Duterte: Saya Memang Diktator

Rahman Asmardika , Jurnalis-Jum'at, 09 Februari 2018 |12:19 WIB
Presiden Filipina Rodrigo Duterte: Saya Memang Diktator
Presiden Filipina Rodrigo Duterte. (Foto: Reuters)
A
A
A

MANILA - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte mengatakan bahwa dirinya perlu bertindak seperti seorang diktator untuk memperbaiki keadaan negaranya. Gaya kepemimpinan Duterte banyak mendapat kritik, terutama dari pihak oposisi yang berusaha mengumpulkan dukungan untuk mengubah konstitusi Filipina menjadi sistem federal.

BACA JUGA: Presiden Filipina Ingin Tembak Sendiri Pelaku Kriminal

"Jika Anda mengatakan saya diktator, saya memang diktator. Jika saya tidak bertindak seperti diktator, tidak akan ada yang terjadi pada negeri ini," kata Duterte dalam pertemuan dengan mantan anggota pemberontak Komunis di Visayan sebagaimana dilansir RT, Jumat (9/2/2018).

"Itu benar. Jika saya tidak bertindak seperti diktator, yang merupakan gaya saya sekarang, tidak ada yang akan terjadi di negara ini," lanjutnya.

"Selain itu, Anda telah memilih saya sebagai presiden Anda Mengapa Anda tidak mengikuti saya saat impian saya adalah untuk Anda?"

Duterte sering dikritik karena kecenderungannya bersikap otoritarian dengan retorika keras dan kasar terhadap para lawan politiknya. Dia juga disorot terkait tindakan tegasnya terhadap obat-obatan terlarang yang menjadi ciri khasnya sejak menjadi presiden.

Komentar Duterte ini disampaikan hanya beberapa hari menjelang peringatan 32 tahun Revolusi Kekuatan Rakyat Edsa yang jatuh pada 22 sampai 25 Februari. Revolusi itulah yang pada akahirnya berhasil menumbangkan pemerintahan diktator Ferdinand Marcos pada 1986.

BACA JUGA: Ribuan Warga Filipina Turun Ke Jalan Berdemo Menentang Duterte

Namun, Duterte secara terbuka telah menyatakan bahwa dia tidak berniat menjadi diktator dan meminta masyarakat untuk menghindari potensi terbentuknya kediktatoran. Dia bahkan memerintahkan militer dan polisi untuk menembaknya jika dia memperpanjang masa jabatannya sebagai presiden, yang akan berakhir pada 2022.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement