JAKARTA - Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Andreas Hugo Pareira, tidak menyangka Bupati Ngada, Marianus Sae terkena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hari ini. Marianus diduga menerima fee dari sejumlah proyek di wilayah yang dipimpinnya.
Marianus Sae merupakan Bupati Ngada yang telah menjabat dua periode. Dalam gelaran Pilkada Serentak 2018, Marianus mencalonkan diri sebagai calon gubernur NTT berpasangan dengan Emilia J Nomleni. Pasangan ini diusung oleh PDIP dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
"Berita tertangkapnya MS (Marianus Sae) saya peroleh dari berbagai media online justru ketika saya baru tiba di Jakarta sepulang saya dari NTT bersama Sekjend Hasto Kristiyanto, setelah selama 3 hari melakukan konsolidasi partai untuk memenangkan paket MS-Emi Nomleni pada Pilgub 2018," ujar Andreas kepada Okezone, Minggu (11/2/2018).
(Baca Juga: Marianus Sae Diciduk KPK, PDIP: Semoga Masih Bisa Diusulkan Penggantinya di Pilgub NTT)
Andreas yang juga anggota Komisi I DPR dari Dapil NTT I ini menuturkan, selama di NTT sejak Jumat sampai Minggu, pihaknya tidak sekali pun bertemu dengan Marianus Sae.