Image

Di Depan Kader HMI, Jokowi Ungkap Perjuangan Indonesia Ciptakan Perdamaian Dunia

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 13:43 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 14 337 1859437 di-depan-kader-hmi-jokowi-ungkap-perjuangan-indonesia-ciptakan-perdamaian-dunia-JRXKeFWKQb.jpeg Presiden Joko WIdodohadiri Kongres ke-30 HMI (Foto: Ist)

JAKARTA - Pemerintah terus menjalankan amanat konstitusi untuk terus berupaya memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Selain itu, menunjukan kepedulian kepada bangsa lain yang mengalami kesulitan di berbagai belahan dunia. 

"Kita terus membantu perjuangan Palestina melawan penindasan dan ketidakadilan. Kita ingat, tahun 2016 menjadi tuan rumah KTT Luar Biasa OKI. Kita juga membuka konsulat kehormatan di Ramallah. Kita juga mendorong KTT di Istanbul yang menentang pengakuan sepihak Amerika Serikat terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri Kongres ke-30 dan Peringatan Dies Natalis ke-71 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Auditorium Universitas Pattimura, Ambon, Rabu (14/2/2018). 

Jokowi mengatakan, pemerintah juga terus aktif dalam memberikan bantuan kemanusiaan sekaligus menjalankan upaya diplomasi damai bagi pihak-pihak yang berseteru seperti yang dialami etnis Rohingya di Myanmar.

"Januari 2018 saya berkunjung ke Sri Langka, Pakistan, Bangladesh, dan Afghanistan. Saya berkunjung ke Cox's Bazar (lokasi pengungsian) kondisinya memprihatinkan. Saya adalah kepala negara pertama yang mengunjungi Cox's Bazar," terang Jokowi.

Sementara dalam kunjungannya ke Afghanistan, Kepala Negara bersikeras untuk tetap hadir di negara yang saat ini tengah didera konflik persaudaraan itu. Meski terdapat ancaman keamanan saat kunjungan di sana, Jokowi tetap ingin menunjukkan keseriusan dan kepedulian Indonesia untuk mewujudkan perdamaian di Afghanistan.

"Kenapa saya tetap pergi ke Kabul? Karena pentingnya persaudaraan dan persatuan," ujarnya.

(Baca Juga: Hadiri Kongres HMI, Presiden Jokowi Paparkan Tantangan Global hingga Program Kerja Pemerintah)

Sejumlah kunjungan ke negara-negara yang tengah mengalami krisis kemanusiaan, sambung Jokowi, semakin menyadarkan bahwa persaudaraan dan persatuan merupakan hal yang tak ternilai.

Di depan kader HMI, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyampaikan pesan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani bahwa sebagai negara besar yang beragam, Indonesia tetap harus menjaga persatuannya.

"Betapa mundurnya jauh sekali gara-gara konflik perang (di Afghanistan). Oleh sebab itu, titipan Presiden Ashraf Ghani saya ingat betul. Jangan sampai ada konflik antarsuku, antaragama, dan antarkampung. Tegas saja kalau ada konflik seperti itu, jangan beri waktu bagi konflik untuk berkembang," tuturnya.

(Baca Juga: Presiden Jokowi Pagi Ini Tinjau Proyek Pelaksanaan Padat Karya di Ambon)

Berdasarkan keterangan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, sejumlah pejabat hadir dalam acara ini di antaranya Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

Selanjutnya, Gubernur Maluku Said Assagaff, Tokoh Senior KAHMI Akbar Tanjung dan Ketua Umum Pengurus Besar HMI Mulyadi Tamsir. Juga tampak hadir, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPD Oesman Sapta Odang dan Ketua Umum PPP Romahurmuziy.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini