nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bupati Subang Tambah Daftar Panjang Tersangka OTT KPK Jelang Pilkada

Mufrod, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 18:11 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 14 337 1859626 bupati-subang-tambah-daftar-panjang-tersangka-ott-kpk-jelang-pilkada-6c7VgRdcFG.jpg Bupati Subang Imas Aryumningsih (Foto: Ist)

JAKARTA - Bak seorang pemburu profesional, Komisi Pemberantasan Korupsi semakin tajam membidik para Kepala Daerah yang terbukti bermain suap ataupun korupsi di wilayah kuasanya. Beberapa pejabat daerah seperti Gubernur Jambi Zumi Zola, Bupati Jombang Nyono Suharli, Bupati Ngada Marianus Sae dan yang baru saja ditangkap yakni Bupati Subang Imas Aryumningsih.

KPK sendiri melakukan Operasai Tangkap Tangan pada Rabu dini hari tadi mengamankan delapan orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Subang, Jawa Barat. Dari delapan orang tersebut termasuk Bupati Subang Imas Aryumningsih yang berasal dari Partai Golkar.

"Dari kegiatan tadi malam, diamankan delapan orang, termasuk kepala daerah di Subang, kurir, swasta, dan unsur pegawai setempat," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, di Jakarta, Rabu (14/2/2018).

Saat ini kedelapan orang yang diamankan itu sedang dibawa ke Kantor KPK di Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Diduga Bupati Subang dan tujuh orang lainnya terjerat kasus dugaan suap perizinan.

Selain menangkap Bupati Imas, tim satgas juga ‎mengamankan tujuh orang lainnya yang terdiri dari kurir, pejabat pegawai setempat, dan pihak swasta. Mereka langung dibawa ke kantor KPK, di Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Tidak hanya membawa sejumlah orang, Satgas KPK juga menyita uang ratusan juta rupiah dari operasi senyap di Kabupaten Subang, Jawa Barat, ini. Uang tersebut diduga sebagai suap untuk memuluskan perizinan proyek di Subang.

Meski demikian, KPK sendiri masih menduga Bupati Subang yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Subang tersebut ‎diduga menerima suap terkait pengurusan perizinan lahan untuk perusahaan. Dari OTT tersebut, KPK menyita uang ratusan juta rupiah yang diduga suap untuk mengurus lahan perizinan di Subang.

"Diduga ada komunikasi awal membahas terkait dengan proses perizinan di Subang. Izin prinsip tentang penggunaan lahan oleh perusahaan-perusahaan tertentu," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (14/2/2018).

Febri menambahkan, dari informasi yang diperoleh, ada pembicaraan uang miliaran rupiah yang diduga untuk mengurus lahan di Subang. Namun, sejauh ini KPK baru mengantongi uang ratusan juta dari pertemuan di rumah dinas Bupati Imas.

"Pembicaraan awal sempat ada angka miliaran rupiah, namun sejauh ini kami baru mengamankan ratusan juta," terangnya.

Adapun, delapan orang termasuk Bupati Imas sudah berada di dalam kantor KPK, di Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan. Delapan orang itu langsung diperiksa intensif sebelum ditetapkan status hukumnya.

Delapan orang yang terjaring OTT KPK di Subang tersebut di antaranya Chandra Agus Setia (ajudan); Koko (driver); Miftahudin (swasta); Imas (Bupati Subang); Indah (asisten pribadi Imas); Asep (Kabid Perizinan); Yana (Pelayanan Perizinan); serta Darta (karyawan).

Imas‎ merupakan Bupati Subang kedua yang ditangkap tangan oleh KPK setelah Ojang Sohandi. Sebelumnya, Ojang ditangkap oleh KPK pada 2016, silam. Posisi Ojang sebagai Bupati pun digantikan oleh Imas yang merupakan wakilnya.

Ojang ditangkap tangan karena melakukan tindak pidana korupsi untuk memuluskan ‎atau meringankan tuntutan terhadap Jajang di kasus korupsi anggaran BPJS.

 (Baca: KPK Tangkap Tangan Bupati Subang)

Sementara itu, Imas merupakan Politikus Golkar yang akan maju di Pilkada 2018 sebagai calon bupati Subang yang didampingi Sutarno sebagai wakilnya. Pasangan tersebut sudah mendapatkan nomor urut dua dan diusung koalisi Partai Golkar dan PKB.

DPD Golkar Jawa Barat sendiri belum bersedia memberikan tanggapan lebih jauh soal penangkapan Imas yang merupakan kadernya. Saat ini, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi bahkan sedang berada di Subang. Ia ingin mendapatkan informasi secara langsung dan melakukan rapat untuk membahasnya.

Pasca operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Subang, Jawa Barat, Imas Aryumningsih, suasana di Pemkab tampak sepi dari aktifitas para pegawai.

Bahkan dari pantauan Okezone di lokasi, beberapa ruangan tampak terlihat tak berpenghuni. Kondisi seperti ini, seperti yang terlihat di kantor Bupati. Ruangan kantor tiga petinggi pemkab itu, juga tampak sepi dari aktifitas pegawai. Tak terlihat satu pun pegawai yang biasanya lalu-lalang di ruangan tersebut.

Sepinya aktifitas pelayanan Pemkab Subang ini, diduga karena para karyawan shock atas penangkapan Bupati Subang oleh KPK.

 (Baca: Harta kekayaan Bupati Subang Rp50,9 Miliar)

Tak hanya di gedung yang menjadi kantor bupati, suasa sepi pun telihat hampir di seluruh perkantoran yang ada di lingkungan Pemkab Subang.

Hingga berita ini ditulis, belum ada satupun pejabat terkait dilingkungan pemkab yang bisa dimintai keterangan soal OTT ini.

"Tapi kami pastikan, pelayanan kepada masyarakat masih tetap berjalan dan tidak terganggu hal tersebut. Soal OTT, itu saya belum tahu, " ujar Asisten Daerah (Asda) II, Setda Pemkab Subang, Komir Bastaman kepada sejumlah wartawan, Rabu (14/2/2018).

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini