Image

Jokowi Serahkan 4.500 Sertifikat Tanah di Maluku Tengah

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 23:33 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 14 337 1859781 jokowi-serahkan-4-500-sertifikat-tanah-di-maluku-tengah-63HhCnYlaX.jpg Presiden Joko Widodo serahkan 4.500 sertifikat tanah di Maluku Tengah. (Foto: Kris/Biro Pers Setpres)

JAKARTA – Penyerahan 4.500 sertifikat hak atas tanah untuk rakyat Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah menjadi agenda terakhir dalam kunjungan kerja (Kunker) Presiden Joko Widodo (Jokowi) di sana.

Didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Kepala Negara menyerahkan sertifikat tersebut di Desa Hatu, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah.

Dalam sambutannya, Jokowi tak henti-hentinya mengingatkan kepada masyarakat mengenai pentingnya memiliki sertifikat hak atas tanah guna menghindari sengketa lahan dan tanah yang sering kali terjadi di masyarakat.

"Karena setiap saya ke daerah, ke provinsi, ke desa, enggak di Sumatra, enggak di Kalimantan, enggak di Sulawesi, enggak di sini (Maluku), enggak di Papua, sama saja keluhan yang masuk ke telinga saya masalah sengketa lahan, masalah sengketa tanah," ujarnya dari keterangan resmi Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, Rabu (14/2/2018) malam.

Banyaknya keluhan tersebut juga menjadi alasan Kepala Negara untuk memberikan target tahun ini kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang agar menerbitkan dan menyerahkan tujuh juta sertifikat hak atas tanah kepada masyarakat di seluruh Tanah Air.

"Kerja memang harus memakai target. Kalau tidak, nanti 500 ribu terus yang keluar. Berarti 150 tahun lagi rakyat menunggu yang namanya sertifikat. Saya tidak mau kerja dengan cara-cara itu. Saya akan cek terus," ungkapnya.

Bahkan, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan bahwa tak akan segan untuk mengganti jajarannya apabila tidak berhasil mencapai target yang telah ditentukan pemerintah.

Ia berpesan kepada masyarakat penerima sertifikat untuk menjaga dan menyimpan sertifikat yang dimiliki di tempat yang aman. Selain itu, Jokowi juga meminta mereka untuk melakukan kalkulasi terlebih dahulu bila ingin mengagunkan sertifikatnya di bank.

"Silakan ini dipakai jaminan ke bank, dipakai untuk agunan ke bank, tapi hati-hati saya titip dihitung dulu bisa mencicil tidak setiap bulan? Bisa mengangsur tidak setiap bulan? Kalau ndak, jangan!," tegasnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini