MAKASSAR - Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) menyapa warga Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan bahasa Makassar. Saat menyambut masyarakat setempat orang nomor satu tersebut mengungkapkan "Apa Kareba" yang berarti salam khas dari tanah Makassar, jika kita bertemu kerabat. Yang artinya kira-kira Apa Kabar?
Hal tersebut diucapkan Jokowi saat menghadiri acara penyerahan Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Program Keluarga Harapan (PKH) d ilapangan Syeikh Yusuf, Kamis (15/2/2018). Jokowi yang memiliki gaya yang nyentrik dengan kemeja polos putihnya juga kemudian membagikan sepeda kepada warga Gowa.
"Apa kareba, baji-baji jaki toh?, " Sapa Jokowi. Selain itu, Jokowi juga nampak membagikan buku kepada warga setempat. Ratusan warga kemudian berbondong-bondong berkumpul untuk menyaksikan orang nomor satu tersebut.
(Baca: Jokowi Hadiri Pertemuan Forum Rektor Indonesia di Makassar)
Menteri Sosial, Idrus Marham selaku ketua yang menggencarkan paket PKH menyatakan, sistem penerapan sistem keuangan inklusif sendirinya menyumbang 4 juta nasabah baru dalam perbankan tahun ini.
Dalam laporannya, Idrus juga menyampaikan, optimis bahwa bantuan sosial (bansos) non tunai efektif akan mendorong percepatan kenaikan indeks keuangan inklusif hingga 75 % di tahun 2019 mendatang sesuai dengan Strategi Nasional Keuangan Inklusif yg telah ditetapkan melalui Perpres 82 Tahun 2016.
Menyusul dengan ditambahnya jumlah Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan dari 6 juta penerima menjadi 10 juta pada tahun ini.
"Penambahan jumlah KPM ini sebagai wujud peningkatan penerapan sistem keuangan inklusif seperti yang dicanangkan Presiden Jokowi. Perbankan Himbara akan mendapatkan 4 juta nasabah baru tahun ini," kata Idrus.
Idrus menjelaskan, dengan mekanisme penyaluran PKH secara non tunai, maka secara otomatis mereka akan mendapatkan rekening perbankan dan terhubung dengan industri jasa keuangan sehingga mereka bisa belajar menabung dan mengakses Kredit UKM.
"Jadi kita mesti mengajari KPM ini menabung. Buat kepentingan mereka dimasa depan," jelas Idrus.
(Baca juga: Jokowi Serahkan 4.500 Sertifikat Tanah di Maluku Tengah)
Mantan Ketua Umum KNPI tersebut juga menambahkan, skema bantuan sosial non tunai yang dilakukan Pemerintah melalui Kementerian Sosial mampu mempercepat penanggulangan kemiskinan dan mengurangi kesenjangan antarindividu dan antardaerah.
"Semua akan terkoneksi sehingga bisa dipantau pergerakan perekonomian KPM melalui perbankan. Kalau yang rajin nabung kan semakin ketahuan status kesejahteraannya sehingga bisa dilakukan evaluasi," tambah Idrus.
Presiden Joko Widodo sendiri telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2017 tentang Penyaluran Bantuan Sosial Secara non tunai. Dengan peraturan tersebut, kini keluarga penerima manfaat (KPM) tidak lagi menerima bantuan uang secara tunai, namun digantikan dengan bantuan non tunai berbentuk kartu ATM yaitu Kartu Keluarga Sejahtera disertai buku tabungan.
Idrus menambahkan, secara nasional, bantuan yang telah dicairkan untuk penyaluran tahap I pada bulan Februari senilai Rp4,75 triliun bagi 9.5 juta KPM tersebar di 34 Provinsi dan 514 kab/kota. Adapun sisanya masih dalam proses validasi dan pengajuan pencairan ke Kementerian Keuangan, terutama daerah sulit seperti Papua dan Kep. Maluku.
Khusus untuk Provinsi Sulawesi Selatan, pada tahun ini Kementerian Sosial menggelontorkan bansos PKH senilai Rp589,7 miliar bagi 311.997 KPM. Sedangkan untuk Kabupaten Gowa mendapatkan Rp48,3 miliar untuk 25.578 KPM.
"Untuk Bansos Pangan Rastra, Provinsi Sulawesi Selatan mendapatkan Rp393,4 miliar rupiah untuk 405.860 KPM," ujarnya.
Untuk Bantuan Pangan Non Tunai, dikatakan Idrus merupakan transformasi dari bansos pangan rastra dimana jumlah penerima untuk Provinsi Sulsel sebanyak 229.835 dari 405.860 KPM telah mendapatkan bantuan senilai Rp197.03 miliar. Sedangkan untuk Kabupaten Gowa sebanyak 32.591 KPM telah mendapatkan BPNT dengan nilai Rp21.5 miliar.
(Ulung Tranggana)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.