Perkuat Silaturahmi, Komunitas Skutik Tumpah Ruah di Tangerang

Advertorial, Okezone · Senin 26 Februari 2018 08:00 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 21 1 1862631 perkuat-silaturahmi-komunitas-skutik-tumpah-ruah-di-tangerang-pkJGDitDYD.jpg

SUDAH bukan hal yang aneh lagi melihat kemacetan di kota-kota besar, terutama di Jabodetabek. Membayangkan berada di tengah kemacetan dan terjebak di dalam kendaraan saja sudah terasa melelahkan, apalagi jika benar-benar mengalaminya. Tak heran jika banyak orang memilih berkendara dengan sepeda motor untuk menaklukkan rimba jalan raya. Pertimbangannya tentunya karena lebih praktis dan hemat waktu.

Selain difungsikan sebagai tunggangan sehari-hari, ternyata banyak pencinta roda dua yang juga menjadikannya sebagai hobi. Kini semakin banyak para penggemar motor yang sering berkumpul bersama untuk saling bertukar informasi seputar tunggangan kesayangannya. Perkumpulan independen, klub, dan komunitas motor pun menjamur. Di sisi lain, ternyata tiga istilah ini memiliki ciri khas masing-masing.

Independen merupakan istilah untuk sekumpulan pencinta motor yang berdiri sendiri dan tidak memiliki kepengurusan pusat. Mereka yang independen biasanya berdiri sendiri di sebuah wilayah tanpa ada naungan atau aturan yang mengikat.

Lebih kompleks dari mereka yang tergabung dalam independen, klub motor adalah suatu perkumpulan atau organisasi motor yang terdiri dari penggemar satu varian atau satu jenis motor. Selain memiliki kepengurusan dan aturan, biasanya juga klub motor memiliki AD/ART yang harus dilaksanakan dan dipatuhi untuk tiap-tiap anggota nya.

Sedangkan komunitas sekumpulan orang yang juga memiliki hobi yang sama. Perbedaannya, jika klub motor hanya satu jenis motor, komunitas memiliki varian motor dari berbagai jenis merek.

Bergabung dengan komunitas motor tentunya bukan hanya sebagai ajang untuk pamer. Selain mendapatkan teman baru sesama pencinta motor, banyak manfaat lainnya jika kita bergabung dengan komunitas motor. Selain menambah wawasan, bikers dapat saling berbagi ilmu dan tips dalam merawat motor. Berbagai ajang seru seputar modifikasi motor juga kerap diadakan.

Seperti yang dilakukan pengguna MAXI yang beberapa waktu menghadiri semifinal CustoMAXI di Tangerang.  Ajang ini menjadi kumpulnya para pemilik MAXI Yamaha.  Mereka juga menjalin keakraban serta meningkatkan solidaritas sesama pemilik skuter pabrikan garpu tala tersebut.  Bahkan para pemenang juga sepakat gabung ke dalam  klub karena terpikat gelaran CustoMAXI.

”Saya beli Nmax sejak awal keluar di tahun 2015. Suka dengan model dan mudah dimodifikasi. Saya memang senang modifikasi, ini salah satu alasan ikut CustoMAXI. Selain itu karena saya member komunitas Max Owners Bekasi jadi bisa sekalian silaturahmi dengan komunitas lainnya di ajang ini. Di CustoMAXI ini saya pakai konsep touring racing style. Ganti shock breaker, velg,” ungkap Ihsan Mulya Yusuf pemenang kelas Nmax.

 

Muhammad Ulinnuha, peserta  yang terbaik di kelas XMAX mengatakan, saat ini ikatan komunitas MAXI Yamaha di Indonesia sudah sangat dan tidak berbeda dengan komunitas motor lainnya yang sudah dulu bermunculan.

 ”Lihat Xmax langsung suka dan booking sejak di IMOS (Indonesia Motorcycle Show). Awalnya saya pengguna Nmax dan naik kelas ke Xmax. Dengan adanya CustoMAXI ini menjadi wadah maintenance komunitas, untuk MAXI Yamaha ikatan komunitasnya kuat, apalagi bisa bertemu sesama penggemar modifikasi di event ini,”ujarnya.

“Saya sendiri member Jakarta Max Owners. Untuk CustoMAXI konsep saya medali touring tiga warna gold, silver, bronze. Dan tetap mengutamakan safety karena dipakai harian dan touring,” jelas pria yang akrab disapa Ulin itu.

Sedangkan Michael, pemenang kelas Aerox 155, tertarik bergabung dengan klub karena diberi tahu teman-temannya.

”Saya ikut CustoMAXI karena tahu dari teman-teman komunitas yang suka modifikasi dan mereka ikut event ini juga. Saya belum ikut komunitas, tapi karena acara ini dan ketemu teman-teman yang hobi modifikasi, saya ingin gabung dengan komunitas bahkan touring juga mau,” tambahnya.

Sementara itu,  terkait dengan modifikasi, Yamaha tidak merekomendasikan modifikasi yang ilegal. Oleh karena itu semua peserta custoMAXI  memodifikasi motornya sesuai ketentuan yang sudah ditetapkan.

“ Buat CustoMAXI konsepnya daily sporty, ini motor pertama saya yang dimodifikasi. Aerox S-Version saya warna matte blue, saya buat glossy.  Saya suka Aerox karena stabil dan jiwa sporty cocok, saya pakai buat harian,” papar Michael.

(hth)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini