nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Korban Gempa Papua Nugini Bertambah, 31 Orang Tewas

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Kamis 01 Maret 2018 15:08 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 01 18 1866498 korban-gempa-papua-nugini-bertambah-31-orang-tewas-32PacNMrho.JPG Korban gempa Papua Nugini bertambah menjadi 31 orang (Foto: Francis Ambrose/Reuters)

PORT MORESBY – Korban tewas akibat gempa dahsyat berkekuatan 7,5 pada skala Richter (SR) di Papua Nugini kembali bertambah. Sedikitnya 31 orang meninggal dunia dalam insiden yang terjadi pada Senin 26 Februari tersebut. Jumlah tersebut diperkirakan akan bertambah.

Sebagian besar korban diketahui berada di Provinsi Mendi dan Kota Tari yang berada 40 kilometer (km) dari titik gempa. Serangkaian gempa susulan terus terjadi di Tari hingga menyebabkan warga takut kembali ke rumah karena dikhawatirkan akan rubuh.

“Tari benar-benar hancur. Seluruh tanki air terbalik dan saat ini warga kekurangan air bersih karena sungai-sungai sangat kotor. Landasan pacu bandara retak, kantor-kantor pemerintahan rusak, dan seluruh jalan di Tari juga retak sehingga akses terhalang,” ujar Kepala Otoritas Pembangunan Tari, Mark Mendai, dinukil dari Reuters, Kamis (1/3/2018).

BACA JUGA: Gempa 7,5 SR Guncang Papua Nugini, Tidak Ada Peringatan Tsunami 

Juru bicara Badan Penanggulangan Bencana Nasional Papu Nugini hingga kini belum dapat menerangkan kerugian akibat gempa tersebut. Sebab, pihaknya masih berupaya mengumpulkan sejumlah informasi berguna dari lapangan.

Perusahaan-perusahaan tambang mineral serta gas bumi dan minyak turut menilai dampak kerusakan gempa terhadap infrastruktur mereka. Salah satu yang disoroti adalah pipa gas sepanjang 700 km yang terhubung ke sebuah pabrik pencairan di lepas pantai.

Guncangan gempa yang diklaim terbesar sepanjang sejarah Papua Nugini itu menyebabkan lapangan udara terbesar di Komo ditutup untuk sementara waktu. Fasilitas tersebut sangat berguna untuk mengevakuasi warga dari wilayah pegunungan yang terkena dampak gempa.

BACA JUGA: Sedikitnya 20 Orang Tewas Akibat Gempa di Papua Nugini

Sejauh ini baru pemerintah Australia yang menyatakan siap membantu Papua Nugini dalam penanganan gempa. Negeri Kanguru bersedia memberikan bantuan berupa terpal, tablet pemurni air, dan tanki air. Australia juga mengerahkan pesawat militer C-130 guna membantu pengawasan dari udara.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini