nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dokter di Kenya Lakukan Operasi Otak pada Pasien yang Salah

Rahman Asmardika, Jurnalis · Sabtu 03 Maret 2018 15:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 03 18 1867458 dokter-di-kenya-lakukan-operasi-otak-pada-pasien-yang-salah-yvGCMG08Xz.jpg Foto: Reuters

NAIROBI - Seorang dokter bedah syaraf di rumah sakit terbesar di Kenya telah diskors setelah melakukan operasi otak kepada pasien yang salah. Kejadian itu memicu reaksi di media sosial, terutama setelah beberapa skandal yang terjadi di Rumah Sakit Nasional Kenyatta dalam beberapa pekan terakhir.

BACA JUGA: Dokter Bedah Ini Ukir Inisial Namanya di Hati Pasien Wanita

Pernyataan dari rumah sakit tersebut mengatakan bahwa doter bedah itu bersama dengan dua perawat dan seorang dokter anestesi telah diskors sambil menunggu penyelidikan terkait operasi pada pasien yang salah tersebut. Menteri Kesehatan Kenya, Sicily Kariuki juga menskors Direktur Eksekutif rumah sakit itu.

Menurut penyelidikan yang dilakukan surat kabar Daily Nation, dua orang dibawa ke Rumah sakit Nasional Kenyatta pada Minggu pekan lalu. Salah seorang membutuhkan operasi untuk menghilangkan gumpalan darah di otaknya sementara yang lainnya hanya membutuhkan obat untuk kepalanya yang bengkak.

Setelah beberapa jam mengoperasi, dokter menemukan bahwa tidak ada gumpalan darah di otak pasien dan menyadari bahwa mereka mengoperasi pasien yang salah.

"Rumah sakit sangat menyesalkan kejadian ini dan telah melakukan semua yang bisa dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan pasien yang bersangkutan," demikian isi pernyataan dari rumah sakit sebagaimana dilansir AFP, Sabtu (3/3/2018). Pernyataan itu juga menambahkan bahwa pasien yang dioperasi sedang "dalam pemulihan dan perkembangannya baik".

BACA JUGA: Aksi Perawat Lecehkan Pasien Cantik Berujung Pemecatan hingga Masuk Bui

Rumah Sakit Nasional Kenyatta adalah rumah sakit tertua dan terbesar sekaligus berfungsi sebagai rumah sakit untuk mengajar. Rumah sakit tersebut dilanda sejumlah skandal dalam beberapa pekan terakhir termasuk tuduhan pelecehan seksual yang dilakukan staf terhadap pasien dan pencurian bayi.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini