Pemkot Tangsel Klarifikasi Tudingan Sampah TPA Cipeucang Kotori Sungai Cisadane.

Hambali, Jurnalis · Sabtu 03 Maret 2018 03:08 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 03 340 1867354 pemkot-tangsel-klarifikasi-tudingan-sampah-tpa-cipeucang-kotori-sungai-cisadane-RamUBAilta.jpg Ilustrasi sampah (Foto: Okezone)_

Tangerang Selatan- Pihak Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengklarifikasi laporan adanya tumpukan sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang yang meluber dan mengotori sungai Cisadane.

Hal itu dikatakan oleh (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel, Yepi Suherman. Menurutnya, pengelolaan sampah di TPA Cipeucang dilakukan dengan cara Sanitary Landfil, yakni pemusnahan dengan cara membuang dan menumpuk sampah di lokasi cekung, lalu memadatkan hingga kemudian menimbunnya dengan tanah.

"Pengelolaannya dengan sistem Sanitary Landfil, dan untuk air Leachid (Sampah) ditampung di kolam. Jarak dari batas Landfil ke sungai sekira 50 meter,

jadi kemungkinan kecil sampah dari TPA Cipeucang terbuang ke sungai," tuturnya, Jumat (2/3/2018).

Yepi menduga, keberadaan sampah yang mengotori sungai Cisadane berasal dari dari beberapa wilayah lain yang dilalui aliran sungai, seperti daerah Bogor, Cisauk dan seterusnya. Sehingga, kondisi itu bisa saja dimanfaatkan oleh oknum warga untuk membuang sampah langsung ke aliran sungai.

"Jadi kemungkinan kecil, kalau sampai sampah dari TPA terbuang ke sungai.

Adapun sampah yang terbawa ke sungai, karena sungai Cisadane mengalir dari hulu ke hilir, dan melewati beberapa daerah, kemungkinan sampah tersebut berasal dari sana, lalu terbawa ke sungai," jelasnya.

Sebelumnya, aktivis lingkungan YAPELH melaporkan Wali Kota Tangsel beserta dinas terkait atas dugaan pencemaran lingkungan sungai Cisadane oleh tumpukan sampah TPA Cipeucang. Surat bernomor : 234/C - Dir Eks/YAPELH/II/2017 itu ditujukan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Tigaraksa Kabupaten Tangerang.

TPA Cipeucang terletak di Jalan Kavling Nambo, Serpong, Tangsel. Daya tampung sampahnya kini diduga mencapai sekira 880 ton perhari. Meski begitu, sarana dan fasilitas pengolahan didalamnya dianggap masih jauh dari kata ramah lingkungan.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini