nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Komitmen Wayan Koster Kembangkan Pengrajin Gamelan di Bali

Nurul Hikmah, Jurnalis · Kamis 08 Maret 2018 20:43 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 08 340 1869923 ini-komitmen-wayan-koster-kembangkan-pengrajin-gamelan-di-bali-fZT9WD7xJp.jpg Wayan Koster saat meninjau home industry gamelan (Foto: Istimewa)

KLUNGKUNG - Calon gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster mendatangi sentra industri kerajinan gamelan di Jalan Raya Gong Gede, Banjar Tihingan, Desa Tihingan, Klungkung, Kamis (8/3/2018). Koster kali ini melihat langsung proses pembuatan gamelan yang menjadi kebutuhan sarana upacara umat Hindu Bali.

Saat ditemui Koster salah satu pengrajin gemelan dari I Gede Suandiasa mengatakan, modal untuk mendirikan usaha kerajinan gamelan sebesar Rp1 miliar didapat dari pinjaman di LPD dan Bank BRI. Dia mengaku, hingga saat ini belum ada bantuan modal dari pemerintah.

“Kalaupun ada baru sebatas peralatan untuk pekerja seperti masker,”jelasnya.

Dia menjelaskan, bahwa penghasilan dari membuat gamelan secara bersih sekira Rp5 juta. “ Untung kotor itu sekitarRp15 juta, tapi bersihnya ya Cuma Rp5 juta. Buat seperangkat gamelan itu butuh waktu sekitar 3 bulan,”paparnya.

 (Baca: Wayan Koster: Perajin Harus Diberi Modal dengan Bunga Super Rendah)

Menanggapi hal itu Wayan Koster mengatakan, akan memberikan perhatian lebih kepada pengrajin gamelan. "Untuk ke depan memang program yang kami prioritaskan yakni di bidang adat, agama, seni dan budaya. Artinya, desa adat yang ada di Bali ini semuanya harus punya gamelan. Itu kan kita harus lihat produksinya," ujarnya.

Pihaknya ingin agar home industry seperti ini bisa lebih berkembang. Pihaknya berharap pemerintah daerah harus hadir memberikan dukungan baik dari sisi permodalan, akses untuk mendapatkan bahan baku dan juga pemasaran.

Dan yang lebih penting adalah keuntungan yang didapat bisa lebih besar. “Gamelan ini dikerjakan selama minimal tiga bulan, untungnya kotor cuma Rp15 juta. Misalnya dikerjakan sepuluh orang sebulan per orang hanya Rp500 ribu. Ini harus ditingkatkan," ungkapnya.

 (Baca juga: Blusukan ke Pasar Cagub Koster Siap Bangkitkan Ekonomi Kerakyatan)

Pihaknya berharap pengrajin gamelan bisa mengantongi keuntungan sebesar 25 %. Pihaknya punya jurus jitu untuk meningkatkan pendapatan tersebut. Beberapa hal yang akan dilakukan Kosetr yakni, memproduksi gamelan dengan bahan baku bagus, nilai kerajinan yang tinggi, waktu pengerjaan dan setiap industri harus spesifik. Dengan keempat ;angkah itu produk gamelan akan berharga tinggi.

“Pemerintah daerah harus memikirkan regulasinya untuk melindungi ini. Ke depan, akan dijadikan sebagai salah satu model perlindungan industri rakyat berbasis budaya, di sentra-sentra, dibuatkan perdanya, supaya hasil penjualannya lebih bernilai untuk meningkatkan kesejahteraan pengrajin," pungkasnya.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini