SOLO – Running text dalam neon box milik Hotel Megaland, yang berlokasi di Jalan Slamet Riyadi, Solo, menampilkan tulisan tidak senonoh pada Rabu (28/2/2018). Running text berisi tulisan tak senonoh itu viral di media sosial.
Di media sosial Twitter berdasarkan pantauan pada Kamis (8/3/2018), video yang menayangkan running text itu sudah ditonton sekira 26 ribu kali. Selain itu, video berdurasi sekira 36 detik itu sudah di-retweets sebanyak 230 kali dan di-likes 214 netizen.
Imbas beredarnya tulisan bermuatan pornografi yang muncul di video teks dalam neon box tersebut, manajemen hotel langsung melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.
Sebelum viral di media sosial setelah diretas oleh oknum, pihak manajemen hotel sudah berusaha menutup neon box tersebut. Namun, ada beberapa orang yang ternyata sudah mendokumentasikan kejadian tersebut dan mengunggahnya ke media sosial hingga viral.
"Sesaat setelah diretas, pihak manajemen sudah berusaha menutupnya. Namun, sudah terlanjur banyak orang yang mendokumentasikan," kata Sales Marketing Megaland Solo Hotel, Cehty Arumbi, saat dihubungi Okezone, Kamis (8/3/2018).
Sementara itu dalam rilis yang diterima Okezone, General Manager Hotel Megaland Solo, Porwanty Astuty, menyatakan saat tulisan tersebut diretas, tim IT Hotel Megaland sedang libur sehingga perlu beberapa waktu lamanya untuk menghilangkan sejumlah tulisan yang ada dalam neon box.
"Padahal mengganti tulisan tersebut harus menggunakan wifi dan ada password tersendiri. Artinya, peretasan itu mengganti password tanpa sepetahuan kami," ucap Porwanty Astuty.
Seharusnya, lanjut Porwanty Astuty, dalam neon box tersebut berisi tulisan "Welcome to Megaland Hotel Solo, diskon 50 % kamar dan 30 % konsumsi di restoran".
Pihak manajemen baru mengetahuinya setelah ada salah satu warga yang menelepon dan memberitahukan ada tulisan tidak pantas di dalam neon box.
"Imbas dari kasus peretasan tersebut, pihak hotel sudah melaporkan ke Satreskrim Polresta Solo," lanjutnya.
Pihak manajemen Megaland Hotel Solo meminta maaf atas insiden yang menimbulkan ketidaknyamanan di masyarakat. Kejadian tersebut tidak ada unsur kesengajaan dan ada dugaan diretas oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.
"Kami atas nama segenap tim manajemen Megaland Hotel Solo mohon maaf atas ketidaknyamanan ini," pungkasnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)