Trump Siap Bertemu Kim Jong-un pada Mei

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 09 Maret 2018 10:18 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 09 18 1870095 trump-siap-bertemu-kim-jong-un-pada-mei-TyRb5tolGx.jpg Pemimpin Korut, Kim Jong-un dan Presiden AS, Donald Trump. (Foto: Reuters/KCNA)

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa dia siap bertemu dengan Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un dalam pertemuan puncak pertama antara AS-Korut. Pernyataan ini diharapkan dapat menjadi terobosan besar dalam proses perdamaian di Semenanjung Korea.

BACA JUGA: Bertemu Delegasi Korsel, Kim Jong-un Ungkap Niat Tulis Sejarah Baru Reunifikasi

Utusan Khusus Presiden Korea Selatan (Korsel), Chung Eui-yong mengatakan bahwa Kim Jong-un menunjukkan keinginannya untuk melakukan denuklirisasi dan menunda uji coba nuklir dan rudal balistik dalam pertemuan mereka pekan ini.

"Kim berjanji bahwa Korea Utara akan menahan diri dari uji coba nuklir atau rudal lagi. Dia mengungkapkan keinginannya untuk bertemu Presiden Trump sesegera mungkin," ujarnya sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (9/3/2018).

Sikap Kim itu disampaikan Chung kepada Trump saat keduanya bertemu di Gedung Putih. Usai pertemuan dengan Chung, Trump menyatakan bahwa pertemuan dengan Kim sedang diatur.

"Sebuah pertemuan sedang direncanakan," cuit Trump melalui akun Twitternya usai berbicara dengan Chung.

Merespons undangan dari Kim yang disampaikan Chung, Trump mengatakan bahwa dia telah setuju untuk melakukan pertemuan pada Mei mendatang.

Pejabat AS mengatakan bahwa pertemuan kedua pemimpin negara berseteru itu kemungkinan dapat terjadi dalam beberapa bulan ke depan, dengan waktu dan tempat yang pasti yang masih belum ditentukan.

Pertemuan antara Trump dan Kim akan menjadi sebuah perubahan besar dalam proses denuklirisasi di Semenanjung Korea, terutama jika melihat sikap Trump sebelumnya yang menyebut perundingan dengan Pyongyang sebagai hal yang "buang-buang waktu".

BACA JUGA: Korsel-Korut Gelar KTT Antar-Korea Ketiga Akhir April Mendatang

Namun, Gedung Putih tetap waspada dengan manuver yang dilakukan Korut ini, mengingat pelanggaran yang dilakukan rezim Pyongyang di masa lalu. Meski telah menyatakan siap bertemu, sanksi AS terhadap Korut masih akan berlaku sampai kesepakatan tercapai.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini