nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Esthon Foenay Bertekad Jadikan Kopi Flores Komoditas Ekspor Unggulan

Adi Rianghepat, Jurnalis · Selasa 13 Maret 2018 18:40 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 13 340 1872219 esthon-foenay-jadikan-kopi-flores-komuditas-ekspor-unggulan-simlTvNmqK.jpg Esthon Foenay (Kiri) bersama Chris Rotok (Foto: Okezone)

KUPANG - Produksi kopi Folres yang tersebar di sejumlah daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur akan dijadikan sebagai salah satu komuditas ekspor unggulan, untuk mendatangkan keuntungan bagi masyarakat.

"Sangat potensial dan hasilnya cukup untuk dijadikan salah satu bahan ekspor bagi kepentingan ekonomi masyarakat dan daerah," kata Calon Gubernur Nusa Tenggara Timur Esthon Foenay di Kupang, Selasa (13/3/2018).

Menurut dia, wilayah Kepulauan Flores, memiliki banyak tempat yang menjadi sumber penghasil kopi berkelas dunia namun belum bisa digagas untuk dieskpor ke sejumlah negara penikmat kopi. Karenanya dalam rancangan pembangunan lima tahun ke depan di sektor perdagangan dan perkebunan, salah satu komuditas yang dijadikan unggulan untuk dikembangkan adalah kopi.

Di Pulau Flores seperti di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur, Ngada dan Kabupaten Flores Timur dikenal sebagai kantung penghasil kopi Nusa Tenggara Timur. Potensi itu lanjut dia, ke depan akan dikembangkan untuk bisa menjadi salah satu komuditas yang didagangkan ke luar negeri. Pola yang dilakukan adalah dengan memberi intervensi modal usaha bagi para petani kopi untuk bisa meningkatkan produktivitas hasil dan kualitasnya.

(Baca Juga: Esthon Foenay: NTT Perlu Pemimpin Berpengalaman dan Berintegritas Baik)

"Ya bersinergi dengan pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi akan memberi intervensi dan pengawasan agar kualitasnya bisa masuk kategori ekspor," katanya.

Sejauh ini, kata Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur periode 2008-2013 itu, sektor ini belum jadi perhatian serius pemerintah provinsi. Pemerintah kata dia, masih membiarkan para petani mengembangkan segala hasil produksinya sekuat kemampuannya masing-masing. Dalam kondisi itu, tentu akan memberikan batasan dari hasil perkebunannya.

"Apalagi kalau tanpa awasan yang lebih teknis, maka tentu akan berdampak pada hasil yang alakadarnya," katanya.

Dengan perhatian khusus nantinya, kata Esthon, akan tercipta sebuah gaya baru bagi perawatan dan budidaya kopi yang bisa berkelas dunia. "Dari situlah kita bisa jadikannya sebagai komuditas ekspor," katanya.

(Baca Juga: Jaring Suara Pemilih Pemula, Esthon-Chris Gandeng Tokoh Pemuda)

Pemerintah akan mencari pasar di dunia internasional, jika hasil produksi petani memiliki kualitas baik dan tentunya juga kuantitas yang mampu memenuhi permintaan di pasaran internasional. "Kalau sudah berani mengeskpor, maka tentu dari aspek kualitas dan kuantitasnya harus tetap tersedia agar kepercayaan pasar dunia semakin baik bagi kopi Nusa Tenggara Timur," katanya.

Calon Gubernur Esthon Foenay yang berppaket dengan calon wakil gubernur Chris Rotok, adalah salah satu pasangan calon gubernur yang akan bertarung dalam kontestasi pemilihan langsung di provinsi berbasi kepulauan pada Juni 2018 mendatang.

Pasangan ini diusung Partai Gerindra, PAN dan Partai Persatuan Indonesia (Perindo). Selain pasangan ini, ada tiga pasangan lainnya yang akan bertarung dalam ajang tersebut, masing-masing, pasangan Marianus Sae-Emiliana Nomleni yang diusung PDIP dan PKB, Benny Harman-Beny Litelnoni yang diusung Partai Demokrat, PKS dan PKPI, serta pasangan Viktor Bungtilu Laiskodat-Jos Naesoi yang disung koalisi Partai NasDem, Golkar dan Partai Hanura.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini