Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kemhan Optimis Program Bela Negara Mampu Tangkal Hoaks

Kemhan Optimis Program Bela Negara Mampu Tangkal Hoaks
Diskusi Sindo Weekly bertema Mengenal dan Menghadapi Hoax di Era Digital (Foto: Annisa Ulva Damayanti)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Pertahanan (Kemhan) optimis melalui program bela negara dapat mengantisipasi ancaman perpecahan kedaulatan Negara Kesatuan Republika Indonesia (NKRI) karena maraknya informasi bohong atau hoaks dan ujaran kebencian. Program ini ditargetkan diikuti 100 juta orang.

"Kemhan sudah siap dengan program bela negaranya, target kita sampai 2024 ada 100 juta kader bela negara . Itu akan memagari segala ancaman salah satunya berita hoaks," kata Dirjen Strategi Pertahanan Kemhan, Mayjen Hartind Asrin dalam diskusi bertema 'Mengenal dan Menghadapi Hoax di Era Digital' digelar Sindo Weekly di Auditorium Gedung Sindo, Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Kamis (22/3/2018).

Seiring dengan berkembangnya teknologi digital, maka sebaran hoaks dan ujaran kebencian pun marak di media sosial. Hal itu dinilai bisa menjadi pemicu dan ancaman bagi runtuhnya persatuan dan kesatuan bangsa.

Hartind menyebutkan, bela negara yang dijalani kawula muda tersebut nantinya dapat menumbuhkan moral nasionalisme, sehingga bisa menangkal sebaran hoaks dan ujaran kebencian yang bisa jadi ancaman bagi bangsa.

"Peran dari bela negara itu sendiri dalam menghadapi hoaks adalah bela negara yang sesuai dengan undang-undang, dan barulah sikap dan perilaku seluruh warga negara ini nasionalismenya tinggi, cinta Indonesia. Kalau dia cinta Indonesia dan dia bangga jadi orang Indonesia, dia akan menjadi warga Indonesia yang baik," paparnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement