TANGERANG SELATAN – Nazaret Tour and Travel dilaporkan oleh para calon jamaah umrah ke polisi. Bisnis travel yang terletak di kawasan Fifo Resto, Cirendeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel), itu diduga melakukan penipuan kepada sekira 500 calon jamaah yang tak kunjung diberangkatkan umrah ke Tanah Suci.
Setelah diselidiki, ternyata Nazaret Travel tak mengantongi izin dari Kementerian Agama. Padahal keikutsertaan calon jamaah umrahnya telah tersebar dari berbagai daerah, bahkan disebut hingga ke luar Pulau Jawa.
"Nazaret itu tidak berizin, belum ada izinnya. Permasalahan dengan calon jamaah umrahnya itu sudah mencuat 1 bulan belakangan. Kami sudah laporkan secara lisan ke kantor wilayah provinsi (Kemenag) sekira 2 minggu lalu," ucap Kasie Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tangsel, Ade Sihabuddin, Jumat (23/3/2018).
Saat laporan mengenai perizinan Nazaret Travel akan ditindaklanjuti Kemenag Tangsel dan Provinsi ke lapangan, sambung Ade, rupanya pengelola Nazaret sudah terlebih dahulu menghilang dari kantornya. Bahkan, sang pemilik yang diketahui merupakan pasangan suami-istri, Hayat Hidayat dan Nara Nazaret tak dapat dihubungi.
"Habis laporan ke kantor Kemenag Provinsi Banten, kita berencana akan mengecek ke lokasi. Tapi, ternyata kantornya sudah tutup dan enggak ada aktivitas," imbuhnya.
Masih kata Ade, kasus yang dialami para calon jamaah umrah Nazaret Travel adalah kasus pertama yang terjadi di wilayah Tangsel. Dia pun mengimbau masyarakat tak tergoda dengan iming-iming biaya murah dan mengecek travel-travel resmi melalui aplikasi daring yang disediakan oleh pemerintah.
"Ini baru yang pertama kali ada masalah dengan calon jamaahnya seperti ini. Kami mengimbau masyarakat mendaftar melalui aplikasi ‘Umrah Cerdas’. Jadi di situ terlihat travel-travel yang berizin resmi," pungkasnya.
(Baca Juga: Terus Terulang, Jamaah Gagal Berangkat Umroh Geruduk Kantor Travel di Ciputat)
Puluhan calon jamaah menggeruduk kantor Nazaret Tour and Travel siang tadi. Mereka merasa ditipu karena tak kunjung diberangkatkan umrah sejak tahun lalu, padahal seluruh biaya yang dibebankan telah dilunasi. Beberapa kali mediasi sempat digelar antara pengelola dan perwakilan calon jamaah, namun tetap tak ada kepastian kapan keberangkatan mereka.
Tiap calon jamaah diwajibkan menyetor Rp14,5-20 juta, uang itu harus diinvestasikan lebih dulu selama 1 tahun di Nazaret Travel, barulah setelahnya bisa diberangkatkan umrah. Hingga kini, pihak Nazaret Travel tak dapat dikonfirmasi mengenai hal itu, bahkan situasi kantornya terlihat sepi dan tak berpenghuni.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.