Lanjut Idil, meskipun Airlangga yang dinilai tidak mampu memberikan dampak elektoral yang baik jika mendampingi Jokowi, hal tersebut bukanlah menjadi permasalahan besar. Hal tersebut lantaran elektabilitas Jokowi yang telah tinggi dianggap tidak perlu mendapatkan pasangan yang memiliki dampak elektoral yang tinggi pula.
Jika Airlangga tetap ingin mendongkrak elektabilitasnya, Golkar sebagai partai yang menaunginya dan memiliki mesin partai yang solid dirasa memiliki banyak kesempatan untuk meningkatkan elektabilitas Airlangga dalam waktu cepat.
"Kalau lihat dari pola dinamika politik selama ini yang paling banyak disorot kan sosok Jokowi-nya. Jadi, pada akhirnya orang lebih melihat sosok Jokowi ketimbang siapa yang akan menjadi calonnya," tandasnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.