Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Perusahaan di Malaysia Bayar Pegawainya untuk Pulang ke Rumah dan Ikut Pemilu

Rahman Asmardika , Jurnalis-Rabu, 11 April 2018 |11:18 WIB
Perusahaan di Malaysia Bayar Pegawainya untuk Pulang ke Rumah dan Ikut Pemilu
Ilustrasi. (Foto: Reuters)
A
A
A

KINABALU – Sebuah perusahaan konstruksi yang berbasis di Shah Alam, Malaysia memberikan pegawainya yang berasal dari Sabah dan Sarawak cuti berbayar selama tiga hari lengkap dengan tiket pesawat dan uang saku untuk pulang ke kampung mereka dan memberikan suara dalam pemilihan umum. Hal itu dilakukan karena pemilik perusahaan menilai partisipasi dalam pemilihan sebagai “tanggungjawab warga negara”.

BACA JUGA: SPR Tetapkan Pemilu Malaysia Digelar 9 Mei

Pemilik Marble Emporium Sdn Bhd, Sim Yen Peng yang berasal dari Kota Miri mengatakan, hal itu juga dilakukan karena pengalamannya dahulu yang tidak memiliki uang untuk kembali ke kampung halaman untuk merayakan Tahun Baru China atau ikut serta dalam pemilihan umum. Pria berusia 43 tahun itu berharap, tindakannya ini dapat mendorong perusahaan lain di Semenanjung Malaya untuk melakukan hal yang sama.

Sim mengatakan, 11 pekerjanya yang berasal dari Sabah dan Sarawak akan mendapatkan libur selama tiga hari dari 7 sampai 9 Mei, setiap orang akan mendapatkan tiket pesawat untuk pulang gratis dan uang saku sebesar 300 ringgit (sekira Rp1 juta). Perusahaan Sim mengeluarkan 1.000 ringgit (sekira Rp3,5 juta) per orang untuk cuti berbayar itu.

Pengumuman tersebut disampaikan melalui laman Facebook perusahaan beberapa jam setelah Komisi Pemilihan Umum Malaysia menetapkan 9 Mei sebagai tanggal pemilihan. Posting tersebut menjadi viral dan banyak yang memberikan pujian, like dan tanda jempol pada perusahaan penyuplai marmer dan granit ke seluruh Malaysia itu.

Sim, yang memulai perusahaannya delapan tahun lalu, mengatakan, paling tidak, perusahaan harus memberikan pekerja yang tinggal jauh dari pusat pemungutan suara 100 ringgit dan hari libur tambahan untuk memungkinkan mereka untuk memberikan suara mereka.

"Saya telah mendorong staf saya untuk mendaftar sebagai pemilih selama lima tahun terakhir dan berjanji untuk membantu mereka kembali memilih ketika sudah waktunya," kata Sim sebagaimana dilansir The Star, Rabu (11/4/2018).

BACA JUGA: Disetujui Sultan, PM Malaysia Resmi Bubarkan Parlemen

Banyak orang memuji perusahaan atas inisiatifnya, bahkan ada yang bahkan menawarkan untuk membeli produk dari perusahaannya. Beberapa pengguna Facebook mengatakan bahwa inisiatif Sim seharusnya menjadi contoh bagi perusahaan lainnya di Malaysia.

(Rahman Asmardika)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement