Belakangan partai lainnya seperti PKPI, PKB juga sudah menyatakan bahwa mendukung Jokowi. Namun, PKB meminta bargain, ketua umumnya Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai cawapres. Bukan hanya Cak Imin, nama Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj juga ikut muncul ke publik.
Adapula Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Ketum Perindo Hary Tanoesoedibjo, eks Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD.
Dadang mengatakan, potensi Jokowi untuk kembali menjadi orang nomor satu terbilang sangat besar. Oleh karenanya, kata dia, banyak pihak yang ingin bonceng untuk menjadi orang nomor dua di negara ini.
"Dengan semakin besarnya Jokowi menjadi presiden untuk periode kedua tentunya berbagai pihak memiliki keinginan kuat menjadi cawapres Jokowi. Ini yang membuat dinamika politik semakin menarik," papar dia.