Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Poros Ketiga di Pilpres 2019 Berpotensi Jadi Angan-Angan

Puteranegara Batubara , Jurnalis-Minggu, 15 April 2018 |07:45 WIB
Poros Ketiga di Pilpres 2019 Berpotensi Jadi Angan-Angan
Pengamat politik Ray Rangkuti (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Poros ketiga dalam pemilihan presiden (Pilpres) tahun 2019 dinilai mustahil diwujudkan. Pasalnya, dalam pesta demokrasi lima tahunan nanti hanya akan diikuti dua pasang kandidat calon presiden dan wakil presiden Indonesia.

Pengamat politik, Ray Rangkuti menyebut poros pertama sudah pasti akan diisi oleh partai pendukung Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019. Dan poros kedua akan mengusung calon presiden lainnya di luar kubu Jokowi, sehingga kemungkinan munculnya poros ketiga bakal sulit alias hanya jadi angan-angan.

"Kubu selain Jokowi itu bisa mencapreskan Prabowo atau bukan Prabowo. Mendirikan capres dari kubu baru sudah sulit," kata Ray saat dikonfirmasi Okezone, Jakarta, Sabtu (14/4/2018).

Ray menjelaskan, kemustahilan poros ketiga itu lantaran tersisa dua partai politik yang belum memberikan dukungan ke pihak manapun, PAN dan Demokrat. Dengan adanya peta politik itu, Ray memprediksi bahwa Pilpres 2019 kembali hanya dua kandidat, seperti Pemilu 2014 lalu.

(Baca Juga: Jokowi Akui Sering Ketemu Romahurmuziy Bahas Cawapres hingga Koalisi)

Selain itu, apabila PAN dan Demokrat bersatu, dari segi persentase persyaratan untuk mengajukan capres akan terganjal syarat ambang batas atau presidential threshold.

Aturan yang tertuang dalam Pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu ini menyatakan pasangan presiden dan wakil presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi minimal 20% dari jumlah kursi DPR atau 25% suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement