JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyindir pidato Prabowo Subianto sebagai bentuk pesimisme kepada masyarakat. Padahal, seorang pemimpin harusnya memberikan masukan positif untuk kemajuan rakyat.
Ia mencontohkan dirinya yang memilik latarbelakang militer. Walapun pasukan hanya satu regu dan harus menghadapi ratusan musuh, jangan pernah mengatakan mau mati, tapi harus katakan harus hidup dan menang.
"Rasulullah pun begitu jadi harus optimis berikan semangat pada masyarakat dan bangsa ini, kita hidup, kita akan maju," ujar Wiranto saat menghadiri Rakornas FKUB di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (18/4/2018).
Menurut Wiranto, pemerintahan di tangan Joko Widodo (Jokowi) memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi di masyarakat dan berbanding terbalik dengan pidato Prabowo. Dalam hasil survei Gallup World Poll, Indonesia menduduki peringkat nomor satu dengan mengimbangi Swiss yang selama ini selalu berada di posisi satu.
"Indonesia negara yang pemerintahannya mendapatkan kepercayaan tertinggi dari masyarakatnya. Ada dua negara yang satu Swiss yang satu Indonesia. Sama nilainya Swiss penduduk sedikit. Indonesia penduduk besar maka nomor satu harus kita bangga pemerintah kita dengan segala kekurangan tentunya masih dianggap sebagai pemerintah yang dipercaya," ungkapnya.
(Baca Juga: Soal Pidato Prabowo, Demokrat Nilai Tiap Elite Politik Punya Cara Gaet Pemilih)