Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gempa Banjarnegara dan Ketakutan Warga Akan Bencana

Khafid Mardiyansyah , Jurnalis-Kamis, 19 April 2018 |21:59 WIB
Gempa Banjarnegara dan Ketakutan Warga Akan Bencana
A
A
A

JAKARTA - Sebagian wilayah Banjarnegara diguncang gempabumi tektonik dengan kekuatan 4,4 skala richter (SR). Gempa berpusat pada kedalaman 4 kilometer pada jarak 52 kilometer utara Kebumen pada Rabu 18 April lalu.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. BMKG melaporkan lokasi pusat gempa berada di darat yang diakibatkan oleh aktivitas patahan atau sesar lokal.

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi Klimatalogi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menjelaskan, bahwa penyebab gempa bumi yang terjadi di Banjarnegara itu dikarenakan adanya aktivitas sesar aktif.

“Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya yang sangat dangkal tampak bahwa gempabumi ini terjadi akibat aktivitas sesar aktif,” ujar Dwikorita di kantor BMKG, Jalan Angkasa I, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (19/4/2018).

Mantan Rektor UGM ini melanjutkan, berdasarkan hasil analisis mekanisme pihak BMKG, menunjukkan bahwa sesar lokal tersebut belumlah teridentifikasi di dalam sumber bahaya dan gempa bumi (2017).

“Ini patahan baru saja teridentifikasi dan menambah baru patahan yang aktif,” paparnya.

Selanjutnya, sambung dia, menurut model peta tingkat guncangan (shakemap) guncangan terbesar terjadi di Kecamatan Kalibening, Banjarnegara dengan skala II SIG BMKG (IV-V MMI).

“Artinya getaran dirasakan oleh semua penduduk, gerabah pecah barang-barang terpelanting dan bangun kontruksi lemah bisa mengalami kerusakan,” ucapnya.

Gempa itu pun menyebabkan tiga orang tewas. Tiga orang tersebut tewas akibat tertimbun material bangunan yang roboh terdampak gempa. Ketiga korban meninggal di antaranya :

1. Asep (13), pelajar, warga Desa Kasinoman Kecamatan Kalibening Banjarnegara

2. Asri (100), petani, warga Dusun Bakalan Desa Kertosari RT 3/2, Kecamatan Kalibening Banjarnegara (meninggal saat dirawat di RSUD Banjarnegara)

3. Sumardi (80) warga Desa Kertosari Kecamatan Kalibening Banjarnegara

Selain itu, kerusakan rumah rusak akibat gempa tercatat sebanyak 316 unit yang tersebar di Desa Kasinoman 217 unit rumah, Desa Kertosari sebanyak 62 unit rumah dan Desa Plorengan 37 unit rumah.

Bangunan umum yang rusak meliputi masjid di Desa Plorengan 1 unit, masjid di Desa Kertosari 1 unit, masjid di Desa Kasinoman 1 unit, mushola di Desa Kasinoman 1 unit dan gedung SMKN 2 Kalibening.

Warga Ketakutan Kembali ke Rumah

Korban gempa bumi yang melanda Kecamatan Kalibening Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah syok dan tak berani masuk ke rumah. Selain kondisi rumah yang rusak parah, warga juga khawatir terjadi gempa susulan.

Gempa susulan masih terus terjadi sejak gempa berkekuatan 4,4 SR yang menggoyang Kecamatan Kalibening Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah, pada Rabu 18 April. Setidaknya terjadi 4 kali gempa susulan setelah peristiwa yang menewaskan 3 orang tersebut.

Gempa susulan pertama dirasakan warga pada Rabu sekira pukul 18.00 WIB atau menjelang azan Magrib. Kemudian terjadi getaran yang dirasakan lemah pada tebgah malam tadi atau sekira pukul 00.00 WIB.

Keesokan paginya, gempa kembali dirasakan warga sekira pukul 07.00 WIB. Tak berselang lama, gempa terjadi lagi pada pukul 10.00 WIB meski dengan kekuatan kekuatan relatif lemah dan dalam waktu yang singkat.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement