Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Amien Rais Sering Kritik Pemerintah, Moeldoko Ingin Bertemu

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis-Jum'at, 27 April 2018 |13:53 WIB
Amien Rais Sering Kritik Pemerintah, Moeldoko Ingin Bertemu
Kepala Staf Kepresidenan. Foto Okezone/Fahreza Rizky
A
A
A

JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko ingin bertemu Amien Rais untuk membahas sejumlah persoalan tentang kritikannya yang kerap dilontarkan kepada pemerintah.

"Iya, nanti kita (ajak bertemu)," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (27/4/2018).

Mantan Panglima TNI itu mengaku sudah tidak mengerti lagi tentang kritikan-kritikan yang dilontarkan tokoh senior dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Apalagi, setelah Amien Rais menyebut nawacita dari program Presiden Joko Widodo (Jokowi) berubah menjadi nawasengsara lantaran menilai program itu banyak yang belum terealisasi.

"Saya nggak ngerti apa yang dimaksud Pak Amien Rais," imbuhnya.

Amien Rais Angkat Bicara Soal Uang Rp600 Juta yang Disebut Jaksa KPK

Moeldoko menyayangkan materi ceramah Amien Rais beberapa waktu lalu yang dinilai mengandung unsur politik praktis. Menurut dia, rumah ibadah tidak boleh menjadi wadah dalam berpolitik praktis.

Ia melanjutkan, rumah ibadah hanya boleh digunakan untuk menyampaikan pendidikan politik seperti mengajak umat untuk menggunakan hak suaranya, tanpa tendensius mendukung ataupun mengkritik calon maupun partai politik tertentu.

BACA: Amien Rais: Pengajian Harus Disisipkan Politik

BACA:  Amien Rais Ramal Anies Baswedan Jadi Penyelamat Negeri

"Tapi begitu manakala di-switch (ubah-red) sedikit menjadi politik praktis, di mana kepentingan-kepentingan sesaat untuk kepentingan itu ada istilah political civility (politik santun-red). Itu mengganggu, itu kalau itu terjadi. Jadi tidak murni lagi syiar agamanya," jelasnya.

Presiden Jokowi Resmikan Ekspor Perdana Mitsubishi Xpander

Ia berharap, para tokoh agama maupun politisi tidak menghalalkan segala cara dalam menggunakan rumah ibadah untuk kepentingan politik praktis demi mencari keuntungan golongannya. Sehingga, rumah ibadah atau masjid tidak dikotori dengan politik praktis.

"Yang paling baik adalah harus dipisahkan di mana masjid itu sebagai tempat syiarnya hal-hal yang bagus, jangan dikotori oleh pemikiran-pemikiran yang menyimpang yang pada akhirnya bergeser. Tapi sekali lagi kalau pendidikan politiknya di mana saja bisa diajarkan," imbuhnya.

(Rachmat Fahzry)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement