Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pilpres 2019, Ajang Tanding Ulang Jokowi Vs Prabowo Atau Lawan Baru?

Antara , Jurnalis-Sabtu, 28 April 2018 |11:48 WIB
Pilpres 2019, Ajang Tanding Ulang Jokowi Vs Prabowo Atau Lawan Baru?
Prabowo Subianto (kiri) bersama Presiden Joko Widodo (Antara)
A
A
A

Kalaupun pertandingan ulang Jokowi dan Prabowo berulang, kemungkinan Prabowo akan kalah lagi meskipun kemungkinan menang juga ada. Ke mana potensi kemungkinan itu menguat, bisa diamati dari pengalaman atau pembanding.

Pengalaman 2014 menunjukkan Jokowi dan Prabowo sama-sama tokoh baru untuk tampil dalam pentas nasional dan hasilnya Prabowo kalah.

Kondisi sekarang tentu saja berbeda. Presiden Jokowi dengan pengalaman kepemimpinannya dan capaian hasil kinerja yang bisa dinilai oleh rakyat, lebih berpeluang untuk memenangi pemilihan kembali, kecuali bila terjadi peristiwa luar biasa yang menurunkan tingkat kepercayaan pada pemerintah.

Pengalaman Amerika Serikat yang sering dirujuk sebagai praktik demokrasi terbaik di dunia dalam pemilihan presiden juga pernah menunjukkan hal itu.

Capres AS dari Partai Republik Dwight D. Eisenhower memenangi pemilu pada tahun 1952 dengan mengalahkan capres dari Partai Demokrat Adlai Stevenson. Pada pemilu berikutnya, pada tahun 1956, Eisenhower mengalahkan kembali Stevenson.

 

Presiden Jokowi bersama ulama Jawa Barat (Antara)

Saking bernafsunya Stevenson untuk menjadi capres, menjelang pemilu berikutnya dia mengikuti konvensi di Partai Demokrat. Dia dikalahkan oleh John F. Kennedy yang dikukuhkan sebagai capres AS dari Demokrat, kemudian Kennedy memenangi Pemilu 1960 mengalahkan Richard Nixon dari Partai Republik.

Sejumlah nama capres AS lain yang selalu kalah dalam dua kali pemilihan, antara lain, Thomas Dewey dari Partai Republik untuk pemilu 1944 dan 1948; William Jennings Bryan dari Partai Demokrat, bahkan tiga kali kalah pada pemilu 1896, 1900, dan 1908.

Sebaliknya, dari 45 Presiden AS sejak 1789 hingga kini, sebagian besar merupakan presiden dua periode berturut-turut.

Bahkan, presiden ke-32 AS Franklin D. Roosevelt pernah empat periode memimpin AS, dengan konstitusi lama, sejak 30 Januari 1882 hingga 12 April 1945, saat meninggal dunia karena sakit setelah 11 minggu memasuki periode ke-4 kepemimpinannya.

Nah, kembali ke Indonesia, Prabowo dan para pendukungnya tampaknya perlu berpikir ulang untuk melakukan pertandingan ulang dengan Jokowi.

 

Prabowo bersama tim pemenangan Anies-Sandi (Heru/Okezone)

Tawar-menawar kepentingan politik di lima partai pendukung Jokowi masih berpotensi berubah. Lima partai: PDI Perjuangan, Golkar, PPP, Nasdem, dan Hanura telah mendeklarasikan dukungannya untuk Jokowi. Sementara itu, PKB mengusung Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai calon wapres yang ingin dipasangkan bersama Jokowi.

PKB mendukung Jokowi bila memilih Cak Imin, panggilan akrab Muhaimin, sebagai cawapres. Baliho Cak Imin, panggilan akrab Muhaimin, banyak terpasang di berbagai kota, dan telah mendirikan berbagai posko, serta menyosialisasikan diri sebagai cawapres yang akan berduet dengan Jokowi.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement