
Oleh karena itu, kata Abdul, Budi Gunawan perlu meningkatkan komunikasi dengan parpol sehingga mendapat dukungan. “Kalau gak, ya susah dia. Modal kulturan dia sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia bisa jadikan modal komunikasi dengan organisasi sipil keagaamaan Indonesia. Misal NU (Nahdlatul Ulama) dan Muhammadiyah. Dia harus bisa tingkatkan komunikasi itu, sehingga punya bobot untuk bisa dipertimbangkan oleh parpol. Bagaimana dia bisa meyakinkan publik bahwa dia layak dipercaya dan dititipi amanah untuk sejahterakan negeri ini,” tuturnya.
Selain itu, Budi Gunawan perlu tampil di banyak media agar masyarakat lebih mengenal sosok Budi Gunawan.
“Komunikasi banyak ke media, terutama masyarakat yang religius dan parpol. Saya kira kalau kita lihat trennya dari akhir tahun 2017, trennya naik. Bahkan BG mulai menyalip beberapa nama yang masuk bursa cawapres, misal Gatot, Anis, Susi. Dan itu perlu dipelihara dan ditingkatkan lagi sehingga pada detik akhir bisa yakinkan Jokowi untuk dipilih sebagai cawapres dan didukung parpol lebih jauh lagi, memperoleh apresiasi dari amsayrakat sipil, yang nanti akan memilih pasangan presiden dan cawapres,” tutur Abdul.