KIM Jong-un membuat sejarah sebagai Pemimpin Korea Utara pertama yang menginjakkan kakinya di Korea Selatan sejak pecahnya Perang Korea pada 1950-an saat melintasi garis perbatasan untuk menghadiri KTT antar-Korea pada Jumat lalu.
Kehadiran Kim Jong-un di garis demarkasi yang memisahkan dua Korea disambut langsung oleh Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in. Kim mengajak Moon untuk melintasi perbatasan ke Korea Utara sebelum keduanya kembali ke wilayah Korea Selatan dengan bergandengan tangan.
BACA JUGA: Pemimpin Korsel dan Korut Bergandengan, Awali KTT Antar-Korea Bersejarah
Sepanjang pertemuan tersebut kedua pemimpin tampak akrab saling bergandengan dan berbincang penuh senyum. Mereka berjalan berdampingan dengan kawalan pasukan kehormatan menuju lokasi KTT di Rumah Perdamaian di Desa Panmujom, kompleks militer di Zona Demiliterisasi.

Suasana pertemuan itu sangat kontras dengan sikap Korea Utara sampai tahun lalu yang terus melakukan uji coba nuklir dan rudal balistik serta tindakan provokasi yang menimbulkan reaksi dari negara tetangganya.
Dalam suasana akrab dan hangat itu, Kim dan Moon memulai pembicaraan mengenai sejumlah isu hubungan kedua Korea terutama mengenai denuklirisasi. Meski isu yang dibahas cukup berat, pertemuan antara kedua pemimpin Korea itu juga diisi oleh momen ringan dan gurauan.

Dari pembicaraan tersebut kedua belah pihak sepakat untuk melakukan upaya menuju denuklirisasi di Semenanjung Korea dengan Kim Jong-un berjanji untuk segera menutup lokasi uji coba nuklir milik negaranya. Kedua negara juga menyatakan akan melakukan pembicaraan lebih lanjut tahun ini dengan melibatkan Amerika Serikat sebagai sekutu dari Korea Selatan dan China yang merupakan pendukung dari Korea Utara, untuk membahas perjanjian damai yang permanen untuk secara resmi mengakhiri Perang Korea.

Suasana yang akrab juga terlihat pada hubungan dua ibu negara, Ri Sol-ju Ibu Negara Korea Utara juga tampak berjalan berdampingan bergandungan tangan dengan Ibu Negara Korea Selatan, Kim Jung-sook dengan senyum lebar di wajah mereka. Keduanya terlihat berpelukan hangat di upacara perpisahan sebelum Ri dan suaminya meninggalkan Korea Selatan.
Keakraban dua pemimpin dan pasangan mereka sepanjang gelaran KTT antar-Korea sampai akhir peristiwa bersejarah itu dapat terlihat dalam beberapa momen yang diabadikan kamera.

Pemandangan yang terlihat dalam KTT antar-Korea memberikan dampak positif tidak hanya bagi proses menuju perdamaian di Semenanjung Korea, tetapi juga pada tingkat kepercayaan warga Korea Selatan terhadap negara tetangganya, Korea Utara. Sebuah survei yang dilakukan pada Jumat menunjukkan bahwa hampir 65 persen warga Korea Selatan kini percaya bahwa Pyongyang akan benar-benar melakukan denuklirisasi dan menjaga perdamaian.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.