nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemimpin Korsel dan Korut Bergandengan, Awali KTT Antar-Korea Bersejarah

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 27 April 2018 09:53 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 27 18 1891971 pemimpin-korsel-dan-korut-bergandengan-awali-ktt-antar-korea-bersejarah-T772FcbZFq.jpg Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un bergandengan tangan dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in saat bertemu di desa gencatan senjata Panmujom, 27 April 2018. (Foto: Reuters)

SEOUL – Dengan bergandengan tangan dan tersenyum, Pemimpin Korea Utara Kim Jong dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in bertemu di zona demiliterisasi yang memisahkan kedua Korea. Keduanya akan berbincang mengenai berbagai isu dalam pertemuan tingkat tinggi (KTT) antar-Korea pertama yang digelar dalam lebih dari satu dekade terakhir.

Kim Jong-un dan Moon Jae-in tampak berjalan berdampingan sambil berbincang dan bercanda terlihat kontras dengan sikap keras yang ditunjukkan Korea Utara sampai tahun lalu dengan berbagai uji coba rudal balistik dan uji coba nuklirnya.

Sikap Pyongyang yang melunak pada awal tahun ini diikuti dengan berbagai langkah positif ke arah perdamaian, termasuk undangan Korea Selatan dan keikutsertaan Korea Utara dalam Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang Februari lalu membuka jalan terjadinya KTT antar-Korea yang ketiga ini.

BACA JUGA: Demi KTT Antar-Korea, Jong-un Akan Jalan Kaki Lewati Perbatasan

"Kami berada di garis start hari ini, di mana sejarah baru perdamaian, kesejahteraan dan hubungan antar-Korea sedang ditulis," kata Kim sebelum pertemuan antara petingi dari kedua Korea dimulai sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (27/4/2018).

Kedua pemimpin Korea akan membahas mengenai berbagai isu terutama denuklirisasi dan pertukaran antara dua negara bertetangga. Mereka juga direncanakan menanam pohon peringatan di desa perdamaian Panmujom.

Moon Jae-in menyambut langsung kedatangan Kim Jong-un di garis demarkasi, membuat Kim menjadi pemimpin Korea Utara pertama yang menginjakkan kakinya di selatan sejak Perang Korea pada 1950-an. Kim kemudian mengajak Moon untuk sejenak menginjakkan kaki di wilayah Korea Utara sebelum keduanya kembali melintas ke Korea Selatan dengan bergandengan tangan.

“Sejarah baru dimulai sekarang. Masa kedamaian, dari titik awal sejarah, ”tulis Kim dalam bahasa Korea di buku tamu di Rumah Perdamaian di Korea Selatan sebelum pembicaraan dimulai.

"Saya berharap kami akan dapat berbicara terus terang dan mencapai kesepakatan untuk memberikan hadiah besar rakyat Korea dan orang-orang di seluruh dunia yang menginginkan perdamaian," kata Moon saat keduanya memulai pembicaraan.

BACA JUGA: Korsel-Korut Akan Umumkan Berakhirnya Perang di KTT Antar-Korea

Meski ada sedikit nada pesimis mengenai hasil pertemuan ini dan keraguan mengenai apakah Korea Utara akan bersedia menyingkirkan senjata nuklirnya, banyak pihak KTT antar-Korea kali ini akan dapat memberikan kemajuan berarti ke arah perdamaian dan kemakmuran.

Ratusan pengunjuk rasa menggelar demonstrasi di pusat Kota Seoul pada pagi hari waktu setempat untuk memprotes ataupun mendukung pertemuan puncak tersebut.

Kedua negara bertetangga itu secara teknis masih dalam keadaan berperang karena Perang Korea berakhir pada 1953 dengan persetujuan gencatan senjata, bukan perjanjian damai. Perbatasan antara Korea Utara dan Selatan adalah sebuah zona demiliterisasi sepanjang 260 kilometer yang dijaga sangat ketat.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini