JAKARTA - Survei Indikator Politik Indonesia menunjukan elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) masih jadi yang tertinggi dengan posisi 39,9 persen. Kendati demikian, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menjelaskan, Jokowi tetap harus waspada dengan dinamika politik yang mungkin terjadi selama 1 tahun ke depan.
"Elektabilitas Pak Jokowi tuh memang naik semua. Tapi, jangan terlalu berpuas diri lah ya, Belanda masih jauh," ungkap Burhanudin saat melakukan hasil rilis survei di kantor Indikator, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (3/5/2018).

(Baca Juga: Survei Indikator: Jika Pilpres Digelar Sekarang, Jokowi 51,9 % dan Prabowo 19,2 %)
Burhanudin, menjelaskan meski elektabilitan Jokowi tinggi namun selalu diikuti oleh Prabowo di urutan kedua. Seperti hasil survei elektabilitas yang dilakukan Indikator Politik Indonesia, Prabowo berada di peringkat ke dua di bawah Jokowi dengan perolehan 12,1 persen.
Sedangkan, diperingkat ketiga terdapat nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan menyentuh angka 0,9 persen dan nama Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo berada diperingkat keempat dengan angka 0,7 persen.
Dia mengingatkan Jokowi agar waspada dengan segala kemungkinan. Apalagi, masih ada waktu 1 tahun bagi Prabowo dan kandidat lain untuk mengejar elektabilitas sebagai calon presiden di Pilpres 2019 mendatang.