Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Fakta-Fakta di Balik Kerusuhan Mako Brimob yang Tewaskan 5 Polisi

Fahreza Rizky , Jurnalis-Sabtu, 12 Mei 2018 |10:33 WIB
Fakta-Fakta di Balik Kerusuhan Mako Brimob yang Tewaskan 5 Polisi
Suasana di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok pasca-kerusuhan (Antara)
A
A
A

KERUSUHAN, penyanderaan, hingga pembunuhan terjadi di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat pada Selasa 8 Mei 2018. Enam orang tewas yakni lima polisi dan seorang narapidana terorisme. Seorang polisi disandera dan empat lagi luka-luka.

Polisi menyebutkan bahwa 156 napi kasus terorisme yang mendekam di Rutam Mako Brimob menyerang aparat, merebut 30 senjata serta amunisi. Mereka 36 jam menguasai Mako Brimob, sebelum akhirnya kondisi diambil alih lagi oleh Polri.

Berikut fakta-fakta di balik kerusuhan di Rutan Mako Brimob:

1. Napi Teroris Sempat Merakit Bom saat Kerusuhan

Polisi mengkonfirmasi bahwa para napi teroris di Rutan Cabang Salemba Mako Brimob, sempat merakit bom saat kerusuhan. Menurut Komandan Koprs Brimob Irjen Rudy Sufahriadi, bahan-bahan untuk merakit bom didapat dari barang bukti milik polisi. Setelah medan dikuasi, bom yang sudah dirakit mereka pun telah diledakkan.

Penjagaan di Mako Brimob, Depok, pasca-kerusuhan (Antara)

2. 10 Napi Teroris Masih Tinggal di Rutan Mako Brimob

Total narapidana kasus terorisme di Rutan Mako Brimob 156 orang. 1 orang tewas, 145 orang sudah dipindahkan ke Lapas High Risk Nusakambangan dan sisanya 10 orang lagi masih berada di Rutan Mako Brimob.

10 orang napiter yang belum dijebloskan ke Nusakambangan ini merupakan pihak yang paling keras melakukan perlawanan dan paling terakhir menyerahkan diri ke aparat Bhayangkara. Polisi masih menyelidiki mereka.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement