Image

Erdogan: Buka Kedutaan di Yerusalem, AS Kehilangan Peran Sebagai Mediator Timteng

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 14 Mei 2018 18:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 14 18 1898189 erdogan-buka-kedutaan-di-yerusalem-as-kehilangan-peran-sebagai-mediator-timteng-PiEy9dF09A.jpg Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Foto: Reuters)

LONDON – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, Amerika Serikat telah kehilangan perannya sebagai mediator di Timur Tengah dengan memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem. Langkah kontroversial yang diambil Presiden Donald Trump itu telah menimbulkan kemarahan dan kecaman dari negara-negara Arab serta dianggap melanggar status quo yang ditetapkan oleh resolusi PBB.

"Amerika Serikat telah memilih untuk menjadi bagian dari masalah daripada solusi dengan langkah terbarunya dan telah kehilangan peran mediasinya dalam proses perdamaian," kata Erdogan dalam pidatonya di badan think tank Inggris, Chatham House sebagaimana dilansir Reuters, Senin (14/5/2018).

BACA JUGA: Amerika Serikat Langgar Resolusi PBB Akui Yerusalem Ibu Kota Israel

Kedutaan besar Amerika Serikat di Yerusalem akan secara resmi dibuka pada Senin, 14 Mei waktu setempat. Lebih dari 1.000 polisi Israel akan berjaga di dekat lokasi acara yang akan diperkirakan akan dihadiri oleh sekira 800 orang tersebut.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tidak akan menghadiri pembukaan kedutaan tersebut dan akan diwakili oleh putrinya, Penasihat Presiden Ivanka Trump dan suaminya, negosiator Amerika Serikat di Timur Tengah, Jared Kushner. Menteri Keuangan Steve Mnuchin juga akan ikut serta dalam delegasi tersebut.

BACA JUGA: Trump Tidak Akan Hadiri Peresmian Kedutaan Besar AS di Yerusalem

Pembukaan kedutaan Amerika Serikat itu juga bertepatan dengan hari pembentukan negara Israel ke-70 atau yang oleh rakyat Palestina disebut sebagai hari nakba atau “bencana”.

Di hari yang sama, demonstrasi Kepulangan Besar yang digelar warga Palestina di perbatasan Gaza-Israel sejak Maret mencapai puncaknya. Pejabat kesehatan Palestina mengatakan, tentara Israel telah menewaskan 16 warga Palestina termasuk seorang remaja berusia 14 tahun dalam demonstrasi yang digelar pada Senin sekaligus menambah total korban tewas sepanjang unjuk rasa menjadi 61 orang.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini