Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Temuan Kardus Diduga Bom Hebohkan Kantor Gubernur Bali

Nurul Hikmah , Jurnalis-Selasa, 15 Mei 2018 |16:20 WIB
Temuan Kardus Diduga Bom Hebohkan Kantor Gubernur Bali
Kardus diduga bom ditemukan di depan Kantor Gubernur Bali (Foto: Nurul Hikmah)
A
A
A

DENPASAR - Penemuan benda mencurigakan di Kantor Gubernur Bali, di Jalan Basuki Rahmat, Denpasar sempat hebohkan warga, Selasa (15/5/2018) sekira pukul 08.15 Wita. Tim gabungan Polda Bali terdiri Unit Gegana Sat Brimob, Unit Satwa (K9) dan Patroli Direktorat Sabhara langsung meluncur ke lokasi.

Mereka melakukan pendalaman atas penemuan benda mencurigakan tepatnya berada di taman bunga depan Kantor Gubernur Bali. Pemeriksaan terhadap benda yang dibungkus plastik hitam itu pun dilakukan dengan menggunakan X-Ray untuk mengetahui isi benda tersebut berbahaya atau tidak.

“Hasil X-Ray menyatakan bahwa barang tersebut aman dan bukan handak (bahan peledak). Setelah diurai, isinya adalah dua buah kardus bekas minuman,” kata Kaden Gegana Sat Brimob Polda Bali, AKBP Dewa Gde Putra Sugawa saat ditemui di TKP.

Tim Gegana evakuasi kardus diduga bom 

Setelah benda itu dinyatakan aman, aparat kepolisian melakukan sterilisasi di sekitar kantor gubernur dengan menggunakan metal detector dan anjing pelacak. Hal ini dilakukan untuk memastikan kembali bahwa di sekitar TKP tidak ada lagi barang atau benda yang mencurigakan.

AKBP Dewa Gde Putra Sugawa menjelaskan, benda mencurigakan itu pertama kali ditemukan seorang sekuriti bernama I Made Sudiarta yang pada saat itu sedang melakukan kontrol situasi. Kemudian, penemuan itu dilaporkan kepada personel Subsatgas Pengamanan Kantor Gubernur Ops Mantap Praja Agung-2018, Brigadir I Gusti Ngurah Ambawa.

“Anggota Polri yang jaga di kantor gubernur melaporkan penemuan tersebut. Kemudian, kita tindak lanjuti dengan mendatangi TKP,” terangnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement