Image

"Uang Bau" Tak Kunjung Cair, Warga Ancam Tutup TPST Bantargebang

Wijayakusuma, Jurnalis · Kamis 17 Mei 2018 16:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 17 338 1899492 uang-bau-tak-kunjung-cair-warga-ancam-tutup-tpst-bantargebang-5hk6vUizbB.jpg Warga menuntut kompensasi uang bau TPST Bantargebang (Foto: Wijayakusuma)

BEKASI - Masyarakat terdampak TPST Bantargebang mengeluhkan lambannya pencairan dana kompensasi "uang bau" dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Pasalnya, dana kompensasi Rp600 ribu yang seharusnya diterima per triwulan, belum cair hingga hampir 6 bulan.

"Ada keterlambatan dana kompensasi. Ini sudah hampir triwulan kedua, belum turun juga. Biasanya 3 bulan sekali turun. Besarannya Rp600 ribu per KK (kepala keluarga)," kata Tajiri, Ketua LPM Kelurahan Cikiwul, Rabu 16 Mei 2018.

Sedikitnya terdapat 18 ribu KK di 3 kelurahan di Kecamatan Bantargebang, yang belum menerima dana kompensasi, yakni Kelurahan Ciketing Udik, Sumur Batu dan Cikiwul.

"Seluruhnya ada kurang lebih 18 ribu KK di 3 kelurahan," ujarnya.

Warga pun mengancam akan menutup akses Pemprov DKI Jakarta ke TPST Bantargebang, jika dana kompensasi masih belum juga dicairkan dalam waktu yang sudah ditentukan.

"Perjanjiannya hari Jumat esok sudah ditransfer, Senin bisa diambil. Tapi kalau Senin masih tidak cair, Selasa akan kita tutup TPST itu. Jadi intinya warga hanya meminta apa yang menjadi hak, diberikan sesuai waktunya," tegasnya.

Untuk mengantisipasi kemungkinan adanya keterlambatan kembali, warga pun meminta kepada Pemkot Bekasi agar dana kompensasi yang biasa diterima mereka, dipisahkan dari anggaran-anggaran bantuan Pemprov DKI di SKPD instansi pemerintahan yang lain.

"Kompensasi ini sifatnya dari Pemprov DKI kan gelondongan, tapi sesuai dengan proposal sudah SKPD-SKPD yang lain. Jadi, harapan masyarakat kepada Pemkot Bekasi, khusus kompensasi itu dipisah secara administrasi, biar mempermudah," ujarnya.

 Truk Sampah

Di kesempatan yang sama, Wakil Kepala Satuan Pemrosesan Akhir Sampah Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Rizky Febrian mengaku, ada beberapa kendala yang sedang dikoordinasikan dengan pihak Pemkot Bekasi, untuk pencairan dana kompensasi 'uang bau' warga sekitar TPST Bantargebang.

"Tadi sudah dibicarakan. Memang ada kendala administrasi saja, tidak ada yang lain, kendala teknis juga tidak. Intinya, Bekasi tinggal memnuhi persyaratan, kami siap mencairkan," ujarnya di lokasi TPST Bantargebang.

Adapun administrasi yang dimaksud, di antaranya surat dari Wali Kota Bekasi dan lampiran-lampiran dan RAB yang dibutuhkan, sesuai dengan apa yang sebelumnya telah disepakati.

Meski administrasi yang dibutuhkan hanya bersifat kecil, namun dana kompensasi yang besarnya mencapai ratusan miliar itu, nyatanya terdiri dari beberapa SKPD yang belum melaporkan atau memberikan RAB-nya, sebagai syarat untuk melengkapi anggaran yang diminta terkait dana kompensasi.

"Yang jelas bukan faktor kesengajaan. Tidak ada yang sengaja memperlambat. Bahwa memang ada beberapa hal yang belum dilengkapi Pemkot Bekasi untuk pencairan dana kompensasi. Kita siap menggelontorkan anggaran, tinggal Pemkot Bekasi melengkapi persyaratan saja," akunya.

Diakui Rizky, pihaknya saat ini juga tengah memfokuskan anggaran pada hal-hal menyangkut pembangunan infrastruktur untuk masyarakat Bekasi, khususnya sekitar TPST Bantargebang.

"Memang ada beberapa kriteria yang kita lebih fokuskan saat ini untuk masyarakat Bekasi. Jadi yang tadi diusulkan sekian anggarannya untuk hal lain, tahun ini kita fokuskan anggaran tersebut kalau bisa untuk pembangunan infrastruktur, khususnya di dekat TPST Bantargebang. Bukan pembangunan infrastruktur di dalam kota," jelasnya.

Sementara saat ingin dimintai keterangannya, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi sebagai perwakilan Pemkot Bekasi yang turut hadir dalam pertemuan bersama warga dan perwakilan Pemprov DKI Jakarta, enggan berkomentar dan memilih menghindari awak media.

 

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini