"Makanya sering terjadi ledakan alga/plankton, karena limbah deterjen ini mengandung fosfat yang kemudian menjadi gizi untuk dikonsumsi oleh alga atau ganggang," paparnya.

Dengan berkembangnya ganggang, maka jumlah oksigen yang berada di dalam air akan mulai berkurang, yang akhirnya menyebabkan kematian bagi ikan-ikan lantaran berebut oksigen. Hilangnya ikan dan hewan lain dalam mata rantai ekosistem, membuat ketidakseimbangan dalan ekosistem air.
"Pencemaran limbah jelas membahayakan populasi ikan di sungai dan bisa mematikan mangrove di pesisir Pantai Utara bila hal ini dibiarkan terus menerus," tegasnya.
Pihaknya pun menawarkan solusi pembuatan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal di titik-titik pemukiman warga dan Industri, agar air limbah dapat ditampung lebih dahulu di IPAL sebelum dialiri ke sungai.