
Terkait hal ini, Ketua Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lampung, Fatikhatul Khoiriyah (Khoir) menyatakan petugas Panwascam Bukit Kemuning yang datang itu bukan rangka penggrebekan. Melainkan, mengecek kebenaran informasi dari masyarakat terkait dugaan ada pembagian logistik di lokasi.
“Bukan penggerebekan. Ada info dari masyarakat katanya ada logistik yang akan dibagikan oleh paslon gubernur di gudang milik seseorang di Bukit (Kemuning),” kata Khoir.
Monitoring ini dilakukan agar ada kepastian dan kevaliditan mengenai informasi bahwa telah terjadi hal yang dilarang dibagikan oleh Paslon. “Setelah sampai di lokasi, yang ada sarung dan jilbab. Kami akan dalami apakah harganya lebih dari 25 ribu, kalau lebih dari harga itu bisa jadi temuan, karena sarung maupun jilbab itu tidak ada merknya hanya ada stiker paslon Arinal-Nunik,” kata Khoir.
(Khafid Mardiyansyah)