Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Rayakan Waisak, Umat Buddha di Bali Lepas Ribuan Burung

Nurul Hikmah , Jurnalis-Selasa, 29 Mei 2018 |18:57 WIB
Rayakan Waisak, Umat Buddha di Bali Lepas Ribuan Burung
Pelepasan burung di Vihara Sakyamuni, Jalan Gunung Agung, Denpasar. (Foto: Nurul Hikmah/Okezone)
A
A
A

DENPASAR - Merayakan Waisak, umat Buddha di Vihara Sakyamuni, di Jalan Gunung Agung, Denpasar, melepaskan ribuan burung emprit, pada Selasa (29/5/2018), sekira pukul 17.00 Wita.

Sebelum burung emprit dilepaskan, umat Buddha menggelar doa bersama yang dipimpin Kepala Buddha Vihara Sakyamuni, Sucirano Thera. Usai berdoa, seorang umat memercikkan air suci ke kandang burung emprit yang akan dilepas. Kemudian dipandu oleh pembawa acara, warga melepaskan bersama-sama burung tersebut.

Ketua Dayaka Sabha Vihara Sakyamuni, Oscar NW mengatakan, pelepasan ribuan burung emprit tersebut untuk memberikan kebebasan pada burung itu.

"Selain burung emprit, ada juga burung tekukur yang kami lepas. Melepaskan burung atau abayana ini bertujuan untuk menyelamatkan makhluk supaya dia bebas," ujarnya.

Kali ini ada 1.500 burung yang dilepaskan, pada tahun sebelumnya ada 2.000 ekor. "Burung-burung ini kami beli langsung tidak ada memesan kepada penjual," ucapnya.

Dia menerangkan, Waisak kali ini mengambil tema “Terasangha Wadha Indonesia”, bertindak, berucap, berpikir baik untuk menjaga keutuhan bangsa.

Umat Buddha merayakan Waisak di Vihara Sakyamuni, Jalan Gunung Agung, Denpasar (Foto: Nurul Hikmah/Okezone)

"Tentunya tahun ini sangat relevan mengingat keadaan negara tahun kita kurang kondusif yaitu pertikaian kebencian berita hoaks perlu kita sikapi dengan baik. Tentunya bertindak dengan baik tidak melakukan pembunuhan, tidak melakukan pengambilan barang, termasuk tindakan asusila. demikian juga tidak berkata-kata kasar," jelasnya.

Selain itu, dalam perayaan Waisak kali ini juga tidak ada minum-minuman yang melemahkan kesadaran. "Kalau ini terjaga dengan baik, kita akan merasa aman tentu keharmonisan itu akan terjadi itu melalui tindakan," paparnya.

(Baca Juga : Jokowi: Selamat Hari Raya Waisak 2018, Sucikan Hati untuk Kedamaian dan Kebahagiaan)

Sesuai dengan ajaran sang Buddha yakni kurangi kejahatan, tambahlah kebaikan sucikan pikiran. "Ini yang harus dipraktikkan. Untuk mengurangi kejahatan kita selalu mempraktikkan moralitas. Malu berbuat jahat, takut akan akibatnya. Bukan berarti berbuat jahat dilihat orang," ujarnya.

(Baca Juga : Anies Hadiri Perayaan Waisak di Vihara Ekayana Arama Jakbar)

Upacara pelepasan burung ini juga dihadiri oleh perwakilan umat muslim. "Kami di sini saling bertoleransi dan bersilaturahmi. Nanti kalau Lebaran kami juga sama akan berkunjung ke musala atau masjid," tutupnya.

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement