JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memprediksi, puncak arus mudik akan terjadi pada 12 dan 13 Juni 2018. Ia menganjurkan masyarakat untuk melakukan perjalanan lebih awal agar tidak terjebak macet.
"Prediksi saya, sesuai riset kami, puncak mudik terjadi pada minus dua dan minus tiga. Kami menganjurkan supaya pemudik melakukan mudik lebih awal, kan sudah libur," ujarnya di Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Kamis (31/5/2018).

Budi Karya memastikan persiapan angkutan massal di berbagai moda sudah siap, mulai dari kereta api, pesawat hingga kapal laut. Namun demikian, ia memberi penekanan kepada moda transportasi udara untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanannya.
(Baca juga: Antisipasi Kepadatan Mudik di Pelabuhan Merak, Dishub Atur Lalu Lintas Kendaraan Besar)
"Udara berjalan baik dan kita memang minta udara meningkatkan kapasitas dan kualitas," terangnya.
Peningkatan kapasitas dan kualitas yang dimaksud yakni agar bandara kecil dapat beroperasi hingga pukul 24.00 WIB, dan pesawat berbadan lebar dapat digunakan untuk angkutan tujuan favorit seperti Surabaya, Bali, Ujung Pandang, Medan dan Yogyakarta.

"Satu lagi kita juga memberikan slot untuk penerbangan tambahan," jelas Budi Karya.
Ia melanjutkan, berdasarkan data yang dimilikinya, mudik tahun ini akan didominasi oleh kendaraan motor sebesar 33 persen. Sementara itu transportasi udara sembilan persen dan mobil 16 persen.
"Makanya motor itu yang kita harapkan jangan digunakan karena bahaya," pungkas Budi Karya.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.