nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Komisioner KPU Penuhi Panggilan Polisi Terkait Laporan PKPI

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 31 Mei 2018 10:23 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 31 338 1904830 komisioner-kpu-penuhi-panggilan-polisi-terkait-laporan-pkpi-Jw2AZ555tm.jpg Komisioner KPU Hasyim Asyari (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisioner Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) Hasyim Asyari akan menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya pada Kamis (31/5/2018). Pemeriksaan terkait pelaporan PKPI atas pernyataan Hasyim kepada awak media beberapa waktu lalu yang dinilai membawa efek negatif kepada PKPI.

"Saya hari ini, Kamis 31 Mei 2018 jam 11.00 hadiri panggilan Polda Metro atas laporan PKPI," kata Hasyim dalam keterangan tertulis kepada awak media di Jakarta, Kamis (31/5/2018).

KPU

Hasyim menerangkan, ini merupakan panggilan yang pertama. Dirinya akan menjalani pemeriksaan di Unit IV Cyber Crime Direktorat Reserse Khusus Polda Metro Jaya. Ia berjanji, akan menjelaskan secara gamblang ihwal duduk persoalan sebenarnya.

"Ya benar panggilan pertama," jelasnya.

Sekadar informasi, PKPI melaporkan Komisioner KPU Hasyim Asy'ari ke Polda Metro Jaya pada Senin, 16 April 2018. Hasyim dilaporkan karena dinilai menyebarkan berita bohong, yaitu mengatakan KPU akan mengajukan PK terhadap putusan PTUN yang meloloskan PKPI sebagai peserta Pemilu 2019.

PKPI

Laporan ini tertuang dari laporan polisi nomor LP/2088/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimum tertanggal 16 April 2018. Pasal yang disangkakan kepada Hasyim Ashari adalah Pasal 27 Ayat (3) Jo Pasat 45 Ayat (3) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2018 tentang ITE dan atau Pasal 310 dan atau Pasal 311 KUHP tentang Pencemaran Nama Baik melalui media elektronik.

PKPI menilai dampak pernyataan Hasyim di media massa menyebabkan kekhawatiran. Pasalnya, saat ini partai tersebut tengah melakukan pendaftaran calon legislatif (caleg). PKPI khawatir bila PK atas putusan PTUN dikabulkan, maka KPU akan menganulir kepesertaan PKPI dalam pesta demokrasi.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini