nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penuhi Panggilan Polisi Terkait Laporan PKPI, Komisioner KPU Siap Berikan Keterangan

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Kamis 31 Mei 2018 13:19 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 31 338 1904930 penuhi-panggilan-polisi-terkait-laporan-pkpi-komisioner-kpu-siap-berikan-keterangan-T9JLWRJTj7.jpg Komisioner KPU RI Hasyim Asy'ari (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Hasyim Asy'ari, memenuhi panggilan penyidik Direktorat Reserse Khusus Kriminal Polda Metro Jaya terkait laporan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI), Imam Anshori Saleh.

Namun, Hasyim tidak banyak bicara terkait pemanggilan perdananya itu. Namun, Haysim siap kooperatif dengan memberikan keterangan kepada penyidik.

"Ada panggilan dari Polda Metro Jaya, laporan dari PKPI. Saya sebagai anggota KPU dilaporkan sehubungan dengan pada waktu penetepan PKPI sebagai peserta pemilu. Ada panggilan dari kepolisian, ya saya hadir untuk memberikan keterangan," katanya di Mapolda Metro Jaya, Kamis (31/5/2018).

Hasyim mengaku dalam pemanggilan kali ini, dirinya belum mengetahui apa saja yang akan ditanyakan para penyidik terhadapnya. Meski begitu, ia siap menghadapi pertanyaan penyidik.

"Ya menyiapkan pasal-pasalnya kita pelajari. Kita ikuti apa yang akan dijadikan menjadi pertanyaan dari penyidik," tutupnya.

Komisioner KPU RI Hasyim Asy'ari. (Foto: Dok Okezone)

Sekadar informasi, PKPI melaporkan Komisioner KPU Hasyim Asy'ari ke Polda Metro Jaya pada Senin, 16 April 2018. Hasyim dilaporkan karena dinilai menyebarkan berita bohong, yaitu mengatakan KPU akan mengajukan PK terhadap putusan PTUN yang meloloskan PKPI sebagai peserta Pemilu 2019.

(Baca Juga : Komisioner KPU Penuhi Panggilan Polisi Terkait Laporan PKPI)

Laporan ini tertuang dari laporan polisi nomor LP/2088/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimum tertanggal 16 April 2018. Pasal yang disangkakan kepada Hasyim Ashari adalah Pasal 27 Ayat (3) Jo Pasat 45 Ayat (3) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2018 tentang ITE dan atau Pasal 310 dan atau Pasal 311 KUHP tentang Pencemaran Nama Baik melalui media elektronik.

(Baca Juga : Polisi Periksa Komisioner KPU Terkait Laporan PKPI)

PKPI menilai dampak pernyataan Hasyim di media massa menyebabkan kekhawatiran. Pasalnya, saat ini partai tersebut tengah melakukan pendaftaran calon legislatif (caleg). PKPI khawatir bila PK atas putusan PTUN dikabulkan, maka KPU akan menganulir kepesertaan PKPI dalam pesta demokrasi.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini