Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mengenal Sosok Suciati si Pengusaha Dunia-Akhirat yang Bangun "Masjid Nabawi" di Sleman

Agregasi Harian Jogja , Jurnalis-Kamis, 31 Mei 2018 |17:37 WIB
Mengenal Sosok Suciati si Pengusaha Dunia-Akhirat yang Bangun
Masjid Suciati Saliman. (Foto: Harian Jogja)
A
A
A

Obsesi Lama

Akan halnya masjid baru yang mengambil inspirasi Masjid Nabawi di Madinah, kepada sejumlah media saat peresmian awal bulan ini, Suciati mengakui keinginan membangun masjid tersebut sudah diimpikannya sejak dia masih duduk di bangku SMP pada pertengahan 1960-an.

Masjid empat lantai yang dibangunnya itu sebagian besar dibiayai dari hasil tabungan pribadi. Dia kekeuh untuk tidak menyebutkan berapa angka pasti anggaran pembangunan masjid yang memadukan unsur Jawa ke struktur masjid bercorak Timur Tengah itu, sambil menambahkan bahwa beberapa rekan dekatnya juga ikut memberikan bantuan.

Mengingat masjid tersebut berlokasi di jalur alternatif menuju Kota Yogya dan beberapa tempat wisata di DIY, masjid ini dirancang senyaman mungkin bagi pengguna jalan yang melintas dan memerlukan tempat ibadah yang representatif.

Masjid Suciati Saliman. (Foto: Ist)

Masjid ini direncanakan oleh pengelola memiliki jam operasional 24 jam tanpa henti, berada di dalamnya berasa sejuk karena selain berlokasi di kawasan yang memang berketinggian cukup —di kaki Gunung Merapi— juga dilengkapi dengan pendingin ruangan.

Tak hanya itu, demi memberikan kemudahan bagi lansia, kaum difabel atau jemaah yang sedang sakit, masjid yang didirikan di atas lahan seluas 1.700 meter persegi ini juga dilengkapi dengan lift.

Dari sisi desain, masjid ini memadukan desain khas Masjid Nabawi di Madinah yang terutama tercermin dari desain kelima menaranya yang khas itu. Ornamen pada bangunan bernuansa emas serta dinding marmer membuat masjid ini mencerminkan kemegahan dan kemewahan.

Pengunjung merasa seolah-olah sedang berada di kaki-kaki menara Masjid Nabawi, sehingga akan tergoda untuk ber-selfie ria. Sementara itu, unsur Jawa dimasukkan dalam bentuk atap masjid bercorak joglo.

Pintu masjid Suciati Saliman berjumlah sembilan buah yang menggambarkan jumlah Wali Sanga, perintis penyebaran agama Islam di tanah Jawa. Menara menjulang tinggi berjumlah lima unit melambangkan Rukun Islam kedua, yakni mengerjakan salat lima waktu.

Masjid Suciati Saliman. (Foto: Harian Jogja)

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement