JAKARTA - Keberadaan manusia gerobak di jalanan Jakarta sudah menjadi sebuah fenomena ketika memasuki momentum bulan Ramadan. Mereka memanfaatkan belas kasih dari masyarakat yang menggunakan bulan penuh berkah itu untuk saling berbagi.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial DKI Jakarta, Khaidir mengatakan, pihaknya mengimbau kepada seluruh warga Ibu Kota untuk tak lagi termakan dengan modus dari para manusia gerobak tersebut. Mereka itu memlili profesi, yakni sebagai pemulung dan memiliki penghasilan setelah menjual barang bekasnya.
"Mereka punya tempat tinggal, hanya modus, makanya mereka keluar malam hari," kata Khaidir saat dihubungi, Sabtu (2/6/2018).
Dinsos DKI, kata dia, tak menggolongkan mereka sebagai penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Sebab mereka jelas memiliki penghasilan dari hasil mulungnya tersebut.

"Mereka itu bukan PMKS, pemulung, punya penghasilan yang cukup. Dia pura-pura aja," imbuhnya.