"Totalnya 44 tempat kejadian dengan total 34 kendaraan bermotor dan 10 HP. Itu baru-baru saja dilakukan sejak bulan Maret, dua tiga bulan terakhir. Itulah yang menjadi dasar masyarakat merasa resah," ujar Kapolres.
Kapolres menjelaskan, penangkapan pelaku dilakukan pada hari Sabtu (9/6) di wilayah SP 3, Kampung Karang Senang, Distrik Kuala Kencana. Di mana, saat penangkapan, pelaku sempat berupaya melarikan diri dari kejaran petugas, sehingga akhirnya dilumpuhkan dengan tembakan.
Pelaku yang dikatakan sebagai otak kejahatan begal karena pelaku adalah orang yang menentukan di mana lokasi akan dilakukan aksi, siapa sasaran atau korbannya, dan pelaku sendiri yang melakukan eksekusi terhadap korbannya. Saat melakukan aksi kejahatan, pelaku dibonceng oleh pelaku lainnya yang merupakan anggotanya, dan diperkirakan masih ada sekitar delapan orang lagi yang kini dalam pengejaran petugas.
"Jadi, dia beserta dibantu oleh komplotannya atau jaringannya yang masih delapan orang itu," kata Kapolres.
Selanjutnya, kata Kapolres, pelaku juga mengunggah setiap aksinya ke akun media sosial miliknya. Hal itu, menurut Kapolres, dilakukan pelaku untuk menaikkan pamor kejahatan yang sudah dilakukan sehingga masyarakat yang mengetahui merasa resah.