Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Survei IRI: Popularitas Jokowi Tertinggi di Media Massa dan Media Sosial

Muhamad Rizky , Jurnalis-Kamis, 21 Juni 2018 |17:49 WIB
Survei IRI: Popularitas Jokowi Tertinggi di Media Massa dan Media Sosial
Presiden Jokowi (Foto: Biro Pers Setpres)
A
A
A

JAKARTA – Lembaga survei Intermedia Research Indonesia (IRI) menyebut nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki tingkat popularitas tertinggi jika dibandingkan dengan sejumlah tokoh nasional lainnya.

Direktur IRI, Mulyadi Nurdin mengatakan, penelitian tingkat popularitas tokoh nasional tersebut dilakukan menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Penelitian itu dilakukan dengan melihat pemberitaan di media massa dan semua pembicaraan di media sosial dalam rentang waktu satu tahun, yakni sejak Juni 2017 hingga Juni 2018.

IRI kemudian mendata nama-nama tokoh yang paling banyak diberitakan media massa dan paling aktif dibahas di semua kanal media sosial, baik sebagai calon presiden, calon wakil presiden, politisi, tokoh agama, profesional serta akademisi.

"Dan hasilnya menunjukkan Jokowi merupakan tokoh yang paling banyak diberitakan, mencapai 2.460.000 kali, dan paling tinggi popularitas di media sosial dengan total pembahasan 15.800.000 kali," kata Mulyadi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/6/2018).

Setelah Jokowi, ada Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais dengan diberitakan sebanyak 1.340.000 kali, Ketua Umum PSI Grace Natalie 766. 000 kali, Prabowo Subianto 738.000 kali, Sandiaga Uno 440.000 kali, Setya Novanto 375.000 kali, Anies Baswedan 361.000 kali, AHY 346.000 kali, SBY 339.000 kali, dan Fahri Hamzah 326.000 kali.

Jokowi di Jalan Tol

Mulyadi menjelaskan, dalam penelitiannya itu pihaknya menggunakan dua pola penelitian. Pertama memantau jumlah berita di media massa. Kedua, memantau semua pembicaraan di media sosial, mencakup share berbagai media online, website, dan media sosial seperti, Facebook, Twitter, Youtube, Instagram, Google Plus, LinkedIn, dan lainnya.

"Jenis posting-an yang dipantau termasuk semua data berupa share link, status, tweet, update, gambar, serta video," terangnya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement