Sultan HB X Sepakati Pembangunan Tol Yogyakarta-Solo-Semarang

Kuntadi, Koran SI · Senin 25 Juni 2018 20:35 WIB
https: img.okezone.com content 2018 06 25 510 1913906 sultan-hb-x-sepakati-pembangunan-tol-yogyakarta-solo-semarang-btI4fXuASB.jpg Sultan HB X.

BANTUL – Wacana pembangunan jalan tol di Yogyakarta semakin jelas. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono telah mewacanakan pengembangan jalan tol Jogja-Solo-Semarang (joglosemar) menggunakan ring road utara. Hanya saja, untuk ke arah bandara baru (New Yogyakarta International Airport) tidak akan menggunakan jalan Tol.

Menurut Sultan, saat ini sudah ada kesepakatan untuk mengembangkan antara Joglosemar, salah satunya dalam pembangunan jalan tol. Rencananya jalan ini akan menghubungkan Jogja-Solo. Khusus di wilayah Prambanan sulit diwujudkan, karena akan banyak situs-situs sejarah yang belum teridentifikasi dan diverifikasi.

“Kesepakatan dengan pemerintah, adalah ringroad utara nantinya akan dibangun jembatan tol atau tol elevated (melayang),” jelas Sultan disela syawalan di Pemkab Bantul, Senin (25/6/2018).

Pemakaian ring road untuk jembatan tol, kata Sultan akan lebih hemat dari sisi pembebasan tanah. Akses inipun juga tidak melewati Candi Prambanan yang banyak mmeiliki situs sejarah.

Sedangkan untuk akses ke Semarang, dari Bawen akan dibangun jalan tol menghubungkan dengan Secang, sampai ke Borobudur. Dari Borobudur ke Yogyakarta akan melewati sisi utara di Perempatan Ring Road Godean atau markas Kavaleri Demak Ijo. Jalur penghubung ini, tetap akan menggunakan jalan tol melayang. Dari arah barat menggunakan jalur di atas Selokan Mataram.

Sultan

Untuk mengatasi kepadatan arus lalu-lintas di Yogyakarta, akan ada pembangunan outer ring road. Proses pembebasan tanah sudah dimulai tahun ini. Hanya Sultan enggan menjelaskan detail lokasinya untuk mengantisipasi terjadinya kenaikan harga tanah.

“Yang jelas dari Tempel ke Prambanan, ke selatan dan ke barat dimana Sentolo ke utara menjadi empat jalur outer ring road tembus ke Muntilan,” tandas Sultan.

Dari Sentolo menuju ke Bandara, tidak akan dibangun akses jalan tol. Jalur ini harus mampu memberikan konstribusi bagi ekonomi masyarakat. Sebab jika ada jalan tol, maka masyarakat tidak akan mendapatkan tempat. Bandara baru akan menjadi akses untuk menuju ke Candi Borobudur. Namun sebisa mungkin wisatawan harus ditarik masuk ke wilayah DIY.

“Bandara baru harus beroperasi pada 2019, masyarakat Bantul harus bersiap menyambut wisatawan,” terangnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini